makanan dan sistem pencernaan

1 Apr

 

MAKANAN DAN SISTEM PENCERNAAN

  1. Tujuan
  1. Mendeteksi kandungan amilum dalam makanan secara kualitatif
  2. Mendeteksi kandungan protein dalam makanan secara kualitatif
  3. Mendeteksi kandungan lemak dalam makanan secara kualitatif
  4. Mendeteksi kandungan vitamin C dalam makanan secara kualitatif
  5. Mendeskripsikan bagian-bagian penyusun sistem pencernaan manusia

 

  1. Dasar Teori

Makanan yang secara nutrisi memadai harus memenuhi tiga kebutuhan: bahan bakar (energi kimia) untuk semua kerja seluler tubuh; bahan mentah organik yang dipakai manusia dalam biosintesis (kerangka karbon untuk membuat banyak molekulnya sendiri); dan nutrien essensial, bahan-bahan yang tidak dapat dibuat oleh manusia itu sendiri dari bahan mentah apapun.

Zat-zat makanan manusia dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu zat makanan makro (makronutrien) yang terdiri dari karbohidrat, lemak, dan protein; dan zat makanan mikro (mikronutrien) yang terdiri dari vitamin dan mineral. Zat-zat tersebut diperlukan oleh tubuh untuk pertumbuhan, pemeliharaan, dan perbaikan sel-sel yang rusak, serta untuk penyediaan energy bagi segala aktivitas tubuh.

Karbohidrat terdapat pada semua makhluk hidup dan merupakan bahan bakar utama bagi makhluk hidup. Karbohidrat terdiri atas unsur-unsur karbon(C), hydrogen (H), dan oksigen (O2). Zat makanan yang tergolong karbohidrat diantaranya adalah amilum, selulosa dan gula. Adanya kandungan amilum dalam makanan dapat dideteksi dengan larutan lugol. Larutan lugos yang terdiri dari senyawa I2 (Iodium) akan bereaksi dengan amilum membentuk Iod amilum yang berwarna biruu kehitaman.

Protein terdiri atas kumpulan berbagai asam amino. Satu protein terdiri atas 15 sampai 200 asam amino yang mempunyai ikatan peptida ( NH2) yang bersifat basa lemah dan mengandung COOH yang bersifat asam lemah, sehingga asam amino merupakan persenyawaan yang bersifat amfoter. Zat makanan yang mengandung protein dapat dideteksi dengan reagen biuret(CuSO4 1% + NaOH 5%). Jika terdapat ikatan peptida maka larutan bahan makanan yang ditambah dengan reagen biuret akan menunjukkan cincin berwarna ungu.

Lemak dan sejenisnya disebut lipida , yang terdiri atas unsur karbon, hydrogen, dan oksigen. Lemak adalah lipida sederhana yang terdiri atas gliserol dan asam lemak dengan perbandingan 1:3 yang memiliki sifat hidrofob, sangat sulit larut dalam air.. Asam lemak dibedakan atas asam lemak jenuh (padat) dan asam lemak tak jenuh (cair). Zat makanan yang mengandung lemak dapat dideteksi dengan menggunakan larutan sudan III 0,5% dalam alcohol. Larutan sudan III larut dalam lemak dan akan menimbulkan warna merah pada larutan bahan makanan yang diuji dengan larutan tersebut.

Salah satu vitamin yang eksistensinya dalam tubuh sangat diperlukan adalah viamin C (asam askorbat) yang berfungsi membentuk mukopolisakarida, yaitu bahan perekat antarsel dan membentuk jaringan ikat yang penting dalam penyembuhan luka, kesehatan gigi, dan pembentukan antibody. Zat makanan yang mengandung vitamin C dapat dideteksi dengan menggunakan larutan hasil pengenceran lugol (0,5 ml lugol ditambahkan air 50 ml), apabila vitamin C ditetesi lugol, maka vitamin C akan mengubah warna coklat Iodium menjadi tak berwarna (bening).

Dalam proses menjadi sari-sari makanan yang diperlukan tubuh, zat makanan karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan lain-lain melalui proses : pene- lanan, pencernaan, penyerapan, dan pembuangan. Dalam system pencernaan manusia makanan akan melewati saluran pencernaan manusia mulai dari : mulut, tekak (faring), esophagus, lambung, usus halus, usus besar, anus sebagai organ dasar proses pencernaan, kemudian sebagai organ tambahan terdiri atas gigi, lidah, kelenjar ludah, hati, pancreas, kantung empedu).

 

  1. Alat dan Bahan
  1. Mortar dan pistil                                           19.  Minyak goreng
  2. Beaker glass 100 ml                                    20.  Ikan
  3. Pipet panjang                                               21.  Daging sapi                                                        
  4. Tabung reaksi                                          22.  Kecambah kacang hijau
  5. Rak tabung reaksi                                    23.  Vitamin C – IPI       
  6. Sikat tabung reaksi                                  24.  Jeruk nipis
  7. Lempeng uji                                            25.  Tomat mentah dan satang
  8. Ketela pohon                                           26.  Cabe merah
  9. Ubi jalar                                                  27.  Cabe rawit
  10. Tepung terigu                                         28.  Minuman sachet                     
  11. Jagung muda                                                 (Nutrisari, Marimas, dll)
  12. Kacang tanah                                          29.  Larutan lugol
  13. Pisang                                                     30.  Reagen Biuret
  14. Telur ayam                                             31.  Larutan Sudan III 0,5%
  15. Margarin                                                        dalam alkohol.
  16. Santan kelapa                                         32.  Aquades
  17. Tempe                                                    33.  Gambar, model dan torso
  18. Tahu                                                              sistem pencernaan manusia

           

 

  1. Cara Kerja
  1. Pengamatan uji adanya amilim

                       

 

Mengiris bahan yang akan di uji

 

                 

 

           
     
 
 

Memasukkan kedalam mortar

 

 
     

 

 

 

 

 

 

Menggerus dengan pistil

 

                                                                          

 

 
   

 

 

Menambahkan aquades

 

                                     

 

 
   

 

                                                                               

 

 
 

Menyaring dengan kain kasa

 

 

                                    

 

Menganggap hasil penyaringan itu sebagai cairan bahan

 

                                                                                             

 

 

 

       
     
 
 

Meneteskan 3-4 tetes ke dalam lempeng uji

 

 

 

 

                                       

 

 
   

 

 

 

 

 

Diaduk dengan tusuk gigi

 

                                             

 

       
     
 
 

Mengamati dan mencatat perubahan warna yang terjadi

 

 

 

 

                                                  

 

 
   

 

 

 

 

 

 

    2.     Pengamatan uji adanya protein  

 

 

 

 
 

Memasukkan kedalam mortar

 

 

 

                                                                                      

 

 
 

Menggerus dengan pistil

 

 

           

 

                         
     
 
 

Menambahkan aquades

 

 
     
 
   

Menyaring dengan kain kasa

 

 
     
 
   

Menganggap hasil penyaringan itu sebagai cairan bahan

 

 

 
     
 
     
 
     
 
   

Menetesi 2-3 tetes reagen biuret

 

 
     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pengamatan uji adanya lemak

 

         
   

Megiris bahan yang akan di uji atau langsung dicairkan dengan aquades

 

 
     
 
   
 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

 

           
 

Menganggap hasil penyaringan itu sebagai cairan bahan

 

 

 

 
     
 
   

Menetesi 1 ml cairan Sudan III, kemudian di kocok

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                          

 

       
     
 
 

Mengamati dan mencatat perubahan warna yang terjadi

 

 

 

 

 

           

 

      4. Uji vitamin C

 

 
   

 

 

 

 

 

 

Menambahkan 50 ml aquades pada 0,5 ml larutan lugol

 

                                                                                               

 

 

       
     
 
 

Menmbahkan tetes demi tetes, dikocok dan mengamati hasilnya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

      5. Pengamatan sistem pencernaan manusia

 

       
 

Mengamati model sistem pencernaan makanan dan mementukan bagian-bagian penyusun nya

 

 

 
     
 
 

Menggambar hasil pengamatannya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Hasil Pengamatan dan Analisa data

 

No

Bahan Uji

Amilum

Protein

Lemak

Vitamin C

1

Daging

++

++

2

Ikan

+++

+

3

Tempe

+

++

+

4

Pisang

++

++

+

+++

5

Kacang tanah

+

+

++

6

Tahu goring

++

++

7

Putih telur

+++

+++

+

8

Marimas

+

+

+

9

Nutrisari

+

+

++

10

Cabe besar

+

+++

11

Cabe rawit

+

++

12

Tomat matang

++

13

Tomat mentah

+

14

Jeruk nipis

++

15

Mentega

++

16

Jagung

+++

++

17

Tepung

+++

+

+

18

Santan kelapa

+++

++

19

Vitamin C IPI

++

++

20

Ubi jalar

+++

+

+

21

Kecambah

+

+

+

22

Minyak curah

+++

23

Minyak hemat

+

++

24

Kuning telur

++

++

 

 

 

 

 

  1. Analisis data

Dari data pengamatan didapatkan warna merah pada kuning telur setelah ditambahkan larutan sudan III, hal ini terjadi kemungkinan besar karena pemisahan putih telur dengan kuning telur tidak sempurna bahkan kandungan lemak dalam putih telur yang diuji tersebut cukup banyak sehingga terdapat kandungan lemak yang banyak.

Bahan kuning telur dalam pengujian mengandung protein, hal ini terjadi kemungkinan karena pengambilan bahan uji tidak sempurna, yaitu dengan ambil langsung tanpa pemisahan yang tepat antara putih telur dan kuning telur, sehingga dalam bahan uji tersebut terdapat kandungan putih telur, akibatnya bahan uji tersebut mengandung protein yang cukup banyak.

Bahan makanan marimas dan nutrisari dalam pengujian tidak mengandung amilum dan mengandung protein, lemak dan vitamin C. dalam pengujian ini terjadi kesalahan dimungkinkan karena dalam pembentukan bahan uji terlalu banyak air, sehingga pengujian tidak sempurna dan amilum tidak terdeteksi.

Bahan minyak “hemat” dalam pengujian terdapat kandungan protein, hal ini kemungkinan kesalahan terjadi pada saat pengamatan cincin ungu yang terbentuk, yaitu menganggap setiap terdapat warna biru, maka akan terbentuk cincin ungu.

 

 

  1. Pembahasan

1. Bahan makanan yang banyak mengandung amilum adalah bahan-bahan makanan yang bertepung dan memiliki struktur makanan yang padat seperti tepung, tempe, pisang, kacang tanah, jagung, santan kelapa, ubi jalar, dan kecambah.

2. Berdasarkan hasil percobaan bahan makanan yang mengandung protein adalah daging, ikan, tempe, pisang, kacang tanah, tahu goreng, putih telur, marimas, nutrisari, cabe besar, cabe rawit, kecambah, minyak “hemat”, dan kuning telur.

Sedangkan yang mengandung lemak adalah daging, ikan, tempe, pisang, kacang tanah, tahu goreng, putih telur, marimas, nutrisari, mentega, jagung, tepung, santan kelapa, vitamin C (IPI), ubi jalar, kecambah, minyak curah, minyak “hemat”, dan kuning telur.

3. Cara yang lebih sederhana  untuk menguji adanya lemak dalam bahan                        makanan adalah dengan kertas minyak atau kertas sampul coklat. Adapun                      langkah kerja untuk menguji lemak dengan cara tersebut adalah:

  1. Siapkan 6 larutan bahan makanan berbeda yang akan diuji
 
  1. Siapkan kertas sampul coklat dengan ukuran 20 x 25 cm

 

 

  1. Teteskan 4-5 tetes bermacam bahan makanan di atas kertas sampul coklat dan gosokkan merata pada permukaan kertas
 
  1. Agar mudah dalam mengamati teteskan bahan makanan secara berurut pada kertas coklat
 
  1. Nyalakan pembakar spiritus

 

 

 

  1. Panaskan kertas di atas pembakar spiritus, jangan terlalu dekat dengan api dan jangan sampai kertas terbakar
 
  1. Amati yang terjadi, apabila Makanan yang mengandung lemak akan membuat kertas buram menjadi transparan atau bernoda.
 

 

4. Vitamin C hanya terdapat pada buah-buahan yang masam     .                       Berdasarkan hasil percobaan didapatkan bahwa cabe merah              terbukti memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi.Selain itu,                    diperoleh pula data bahwa cabe rawit dan pisang juga memiliki kandungan         vitamin C.  Telah diketahui bersama bahwa cabe merah dan cabe rawit                    memiliki rasa pedas dan pisang memiliki rasa manis. Jadi rasa masam                 pada buah tidak menjamin tingginya kadar vitamin C yang terkandung.

 

5. Fungsi mulut sebagai sistem pencernaan

Mulut adalah pintu awal masuknya makanan ke dalam tubuh kita. Karena itu mulut memainkan peranan yang sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sebagai salah satu bagian dari sistem pencernaan ia merupakan pintu gerbang dimana didalamnya terjadi proses kompleks yang dijalankan oleh fungsi gigi, kelenjar ludah dan lidah. Sebagai gerbang sistem pencernaan mulut menjadi tempat masuknya makanan dalam saluran pencernaan. Mulut terdiri dari banyak struktur yang sangat penting seperti langit-langit, lidah, gigi dan beberapa pasang kelenjar ludah seperti yang disebutkan di atas. Setiap bagian melakukan fungsi tertentu.

Adapun empat fungsi penting yang dijalankan oleh mulut kita adalah sebagai berikut :

  • Pemilihan Makanan
    Fungsi rongga mulut yang pertama adalah memilih makanan dengan rasa. Makanan dengan rasa yang tidak menyenangkan atau buruk akan ditolak. Dalam pemilihan makanan, penglihatan dan bau memainkan peranan yang penting. Faktor sosial dan faktor psikologis juga terlibat dalam memilih jenis makanan tertentu.
  • Penghalusan Makanan
    Setelah makanan berada dalam rongga mulut, maka akan dilakukan tindakan pengunyahan untuk menghaluskan makanan. Gigi, lidah dan pipi semua mengambil bagian dalam menghaluskan makanan secara fisik dan hingga menjadi potongan kecil. Kerja enzim dalam rongga mulut akan mudah bekerja pada partikel makanan yang berukuran kecil.
  • Pelumasan
    Proses pelumasan dan pencernaan dalam rongga mulut dimulai hingga makanan dipecah menjadi potongan-potongan kecil. Tiga pasang kelenjar ludah mengeluarkan ludah yang terdiri atas :

a)   Air dan mukus
Air dan mukus secara bersamaan membuat cairan dengan komposisi mukus atau sedikit kental yang terutama membasahi dan melumasi makanan yang tertelan. Dalam rongga mulut, fungsi pembasahan dan pelumasan penting. Makanan dapat dikunyah secara efisien untuk memungkinkan cairan pencernaan memasuki bagian makanan.

b)   Natrium bikarbonat
garam Natrium bikarbonat dan lainnya menstabilkan pH makanan meskipun merupakan antiseptik. 

c)   Amilase
Amilase (Ptyalin) adalah enzim karbohidrat yang menghidrolisis pati dan glikogen untuk maltosa.

 

6. Perbedaan Struktur dan Fungsi Usus Halus dan Usus Besar

No

Pembeda

Usus Halus

Usus Besar

1.

2.

 

 

 

 

 

 

3.

Ukuran

Bagian-bagian

 

 

 

 

 

 

Fungsi

Panjang 6 m, diameter 2,5 cm

–          Usus dua belas jari

–          Usus kosong

–          Usus penyerapan

 

 

 

 

Di dalam usus ini, makanan tidak dilakukan pemecahan lagi, melainkan sari-sarinya diserap oleh dinding usus masuk peredaran darah yang kemudian dapat digunakan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh.

 

 

Panjang 1,5 cm, diameter 6,5 cm

–          Usus besar naik (kolon ascenden)

–          Usus besar melintang (kolon transversum)

–          Usus besar turun (kolon descenden)

 

Di dalam usus besar, makanan hanya akan mengalami penyerapan air dan beberapa garam mineral. Di dalam usus ini makanan sudah berwujud dalam bentuk ampas. Adanya bakteri saprofit, yaitu Eschericia coli menyebabkan ampas makanan akan membusuk yang selanjutnya akan dikeluarkan dalam bentuk feses.

Terjadi pula pengaturan kadar air dalam feses

 

7. Peran Hati pada pencernaan :
            Hati merupakan sebuah organ yang besar dan memiliki berbagai fungsi,              beberapa diantaranya berhubungan dengan pencernaan.
            Zat-zat gizi dari makanan diserap ke dalam dinding usus yang kaya akan                        pembuluh darah yang kecil-kecil (kapiler). Kapiler ini mengalirkan darah ke dalam vena yang bergabung dengan vena    yang lebih besar dan pada akhirnya masuk ke dalam hati sebagai vena porta.
            Vena porta terbagi menjadi pembuluh-pembuluh kecil di dalam hati,       dimana darah yang masuk diolah.
            Darah diolah dalam 2 cara:

  • Bakteri dan partikel asing lainnya yang diserap dari usus dibuang.
  • Berbagai zat gizi yang diserap dari usus selanjutnya dipecah sehingga dapat digunakan oleh tubuh.

Hati melakukan proses tersebut dengan kecepatan tinggi, setelah darah diperkaya dengan zat-zat gizi, darah dialirkan ke dalam sirkulasi umum. Hati menghasilkan sekitar separuh dari seluruh kolesterol dalam tubuh sisanya berasal dari makanan.

Sekitar 80% kolesterol yang dihasilkan di hati digunakan untuk membuat empedu.  Hati juga menghasilkan empedu, yang disimpan di dalam kandung empedu.

Empedu mengalir dari hati melalui duktus hepatikus kiri dan kanan, yang selanjutnya bergabung membentuk duktus hepatikus umum. Saluran ini kemudian bergabung dengan sebuah saluran yang berasal dari kandung empedu (duktus sistikus) untuk membentuk saluran empedu umum.

Duktus pankreatikus bergabung dengan saluran empedu umum dan masuk ke dalam duodenum. Sebelum makan, garam-garam empedu menumpuk di dalam kandung empedu dan hanya sedikit empedu yang mengalir dari hati.

Makanan di dalam duodenum memicu serangkaian sinyal hormonal dan sinyal saraf sehingga kandung empedu berkontraksi.
Sebagai akibatnya, empedu mengalir ke dalam duodenum dan bercampur dengan makanan.
Empedu memiliki 2 fungsi penting:

  • Membantu pencernaan dan penyerapan lemak.
  • Berperan dalam pembuangan limbah tertentu dari tubuh, terutama hemoglobin yang berasal dari penghancuran sel darah merah dan kelebihan kolesterol.

Secara spesifik empedu berperan dalam berbagai proses berikut:

  • Garam empedu meningkatkan kelarutan kolesterol, lemak dan vitamin yang larut dalam lemak untuk membantu proses penyerapan.
  • Garam empedu merangsang pelepasan air oleh usus besar untuk membantu menggerakkan isinya.
  • Bilirubin (pigmen utama dari empedu) dibuang ke dalam empedu.
  • Obat dan limbah lainnya dibuang dalam empedu dan selanjutnya dibuang dari tubuh.
  • Berbagai protein yang berperan dalam fungsi empedu dibuang di dalam empedu.
  • Garam empedu kembali diserap ke dalam usus halus, disuling oleh hati dan dialirkan kembali ke dalam empedu.

Sirkulasi diatas dikenal sebagai sirkulasi enterohepatik. Seluruh garam empedu di dalam tubuh mengalami sirkulasi sebanyak 10 – 12 kali/hari. Dalam setiap sirkulasi, sejumlah kecil garam empedu masuk ke dalam usus besar (kolon). Di dalam kolon, bakteri memecah garam empedu menjadi berbagai unsur pokok. Beberapa dari unsur pokok ini diserap kembali dan sisanya dibuang bersama

Peran Pankreas pada pencernaan:

Pankreas merupakan suatu organ yang terdiri dari 2 jaringan dasar:

  • Asini, menghasilkan enzim-enzim pencernaan
  • Pulau pankreas, menghasilkan hormon.

Pankreas melepaskan enzim pencernaan ke dalam duodenum dan melepaskan hormon ke dalam darah. Enzim-enzim pencernaan dihasilkan oleh sel-sel asini dan mengalir melalui berbagai saluran ke dalam duktus pankreatikus. Duktus pankreatikus akan bergabung dengan saluran empedu pada sfingter oddi, dimana keduanya akan masuk ke dalam duodenum. Enzim yang dilepaskan oleh pankreas akan mencerna protein, karbohidrat dan lemak. Enzim proteolitik memecah protein ke dalam bentuk yang dapat digunakan oleh tubuh dan dilepaskan dalam bentuk inaktif. Enzim ini hanya akan aktif jika telah mencapai saluran pencernaan. Pankreas juga melepaskan sejumlah besar sodium bikarbonat, yang berfungsi melindungi duodenum dengan cara menetralkan asam lambung.

3 hormon yang dihasilkan oleh pankreas adalah:

  • Insulin, yang berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah
  • Glukagon, yang berfungsi menaikkan kadar gula dalam darah
  • Somatostatin, yang berfungsi menghalangi pelepasan kedua hormon lainnya (insulin dan glukagon).

 

  1. Kesimpulan
  • Makanan yang secara nutrisi memadai harus memenuhi tiga kebutuhan: bahan bakar (energi kimia) untuk semua kerja seluler tubuh; bahan mentah organik yang dipakai manusia dalam biosintesis (kerangka karbon untuk membuat banyak molekulnya sendiri); dan nutrien essensial, bahan-bahan yang tidak dapat dibuat oleh manusia itu sendiri dari bahan mentah apapun.
  • Karbohidrat terdapat pada semua makhluk hidup dan merupakan bahan bakar utama bagi makhluk hidup
  • Protein terdiri atas kumpulan berbagai asam amino
  • Lemak dan sejenisnya disebut lipida , yang terdiri atas unsur karbon, hydrogen, dan oksigen
  • Salah satu vitamin yang eksistensinya dalam tubuh sangat diperlukan adalah viamin C (asam askorbat) yang berfungsi membentuk mukopolisakarida,
  • Di dalam tubuh karbohidrat, protein, dan lemak mengalami proses pencernaan menjadi sari – sari makanan yang siap diserap oleh epitel usus halus, untuk selanjutnya diangkut oleh darah.
  • Proses pencernaan makanan dilakukan oleh sistem pencernaan yang terdiri dari saluran pencernaan yang meliputi mulut, faring, esophagus, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Dan organ – organ tambahan yang meliputi gigi, lidah, kelenjar ludah, hati dan pankreas.

 

  1. Daftar Pustaka

Campbell Neil A, Jane B. Reece, Lawrence G. Mitchell. Tanpa tahun. Biologi. Terjemahan Rahayu Lestari. 2002. Jakarta: Erlangga.

H. Fried George,George J. Hademenos. Tanpa tahun. Schaum’s outline Biologi. Terjemahan Damaring Tyas, S.Si. 2006. Jakarta: Erlangga.

Kimball John W. 1983. Biology, Fith Edition. Terjemahan Soetarmi T. Siti, Nawangsari Sugiri. 1994. Jakarta: Erlangga.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: