sensasi indera

1 Apr
  1. A.     SENSASI INDERA

 

  1. B.      Tujuan

Tujuan praktikum ini adalah :

  1. Untuk mengetahui adanya berbagai macam sensasi indera umum dan khusus
  2. Untuk meningkatkan pemahaman mengenai refleks patella dan refleks Achilles pada manusia

 

  1. C.      Dasar Teori

Salah satu sifat makhluk hidup adalah iritabilitas, yaitu kemampuan- nya untuk merespon stimuli (yang biasanya merupakan suatu perubahan lingkungan). Pada hewan maupun manusia, respon terhadap stimuli melibatkan tiga proses : 1) menerima stimulus, 2) menghantarkan implus, dan 3) respon oleh efektor (Soewolo; 1999: 241).

Agar terjadi sensasi diperlukan empat syarat: 1. Harus ada rangsang; 2. Organ pengindera harus menerima rangsang dan mengubahnya kedalam implus saraf; 3. Implus harus dihantarkan melalui sistem saraf dari sensori hingga ke otak atau sumsum tulang belakang; 4. Bagian otak yang menerima harus menerjemahkan implus menjadi sensasi.

Sebuah reseptor sensori (indera)/ neuron mempunyai struktur sederhana yang berupa badan sel yaitu bagian sel saraf yang membesar dan mengandung inti, satu atau lebih tonjolan (cabang) yang keluar dari badan sel yang dibedakan menjadi dendrit (tonjolan yang membawa implus ke badan sel) dan akson (tonjolan yang membawa implus dari badan sel). Berdasarkan fungsinya sel saraf yang membawa implus dari reeseptor disebut sel saraf sensori; yang membawa implus ke efektor disebut sel saraf motoric; dan sel saraf yang menghubungkan sel saraf sensori dan sel saraf motor disebut sel saraf interneuron.

Semua reseptor sensori berisi dendrit dari neuron sensori, menampilkan derajad eksitabilitas tinggi, dan memiliki stimulus threshold rendah. Sebagian besar implus sensori dihantarkan menuju area sensori dari korteks serebral, disinilah suatu stimulus menghasilkan sensasi. Kita melihat, mendengar, mencium bau adalah akibat korteks serebral yang menerjemahkan iimplus sensori yang dirangsang.

Berdasar seederhana atau kompleksnya reseptor dan jalur saraf, reseptor sensori dikelompokkan menjadi: 1. Indera umum yang meliputi reseptor dan jalur saraf sederhana; sensasi taktil (sentuhan, tekanan, vibrasi), sensasi termoreseptif (panas dan dingin), sensasi sakit, sensasi proprioseptif (kesadaran atau aktifitas otot, tendon, sendi keseimbangan); 2. Indera khusus yang meliputi sensasi olfaktori (pembau), sensasi gustatory (pengecap), sensasi visual (penglihatan), sensasi auditori (pendengaran), sensasi equilibrium (orientasi tubuh).

Suatu refleks adalah setiap respon yang terjadi secara otomatis tanpa disadari terhadap perubahan lingkungan internal maupun lingkungan eksternal. Terdapat dua macam refleks: 1. Refleks sederhana atau refleks dasar yang menyatu tanpa dipelajari, misalnya refleks menutup mata bila ada benda yang menuju ke mata, 2. Refleks yang dipelajari, atau refleks yang dikondisikan(conditioned reflex), yang dihasilkan dari belajar.

Rangkaian jalur saraf yang terlibat dalam aktivitas refleks disebut lengkung refleks, yang terdiri atas 5 komponen dasar: 1. Reseptor, 2. Saraf aferen, 3. Pusat saraf (otak atau sumsum tulang belakang), 4. Saraf aferen, 5. Efektor (Soewolo; 1999: 262).

Sebagian besar refleks merupakan refleks yang rumit, melibatkan beberapa neuron penghubung antara neuron sensorik dan neuron motoric (refleks polisinap) sebagai contohnya refleks menarik tangan yang kena benda panas (withdrawal reflex). Hanya ada satu refleks yang lebih sederhana daripada withdrawal reflex, yaitu refleks regangan (stretch reflex). Refleks sederhana hanya melibatkan dua neuron, tanpa neuron penghubung (refleks monosinap), misalnya refleks patella. Karena penundaan atau penghambatan refleks dapat terjadi pada sinap-sinap, maka makin banyak sinap yang terlibat pada lengkung refleks makin banyak pula waktu yang diperlukan untuk menghasil- kan suatu refleks.

Berdasarkan atas system pengendaliannya, refleks digolongkan atas refleks somatic (yang dikendalikan oleh system saraf somatic) dan refleks otonom (yang dikendalikan oleh system saraf otonom). Kedua macam refleks tersebut dapat berupa refleks kranial atau refleks spinal. Refleks spinal dapat terjadi tanpa melihat otak, misalnya refleks fleksor. Meskipun demikian otak seringkali memberikan “pertimbangan” pada aktivitas refleks spinal, sehingga dapat menguatkan atau menghambat refleks tersebut.

 

 

 

 

  1. D.    Alat dan Bahan
  • Ijuk                                    •    Penggaris
  • Meteran                              •    Tabung reaksi
  • Pensil                                  •    Penjepit
  • Kapas                                •    Air
  • Jarum pentul                       •    Es batu
  • Spidol warna warni             •    Garpu tala
  • Pemukul karet

 

  1. E.     Cara Kerja
    1. 1.     

Petak dibuat pada punggung lengan

 

Menentukan Reseptor Sentuh

 

 
   

 

Ukuran 2,5 cm, petak dibagi menjadi 25 petak kecil

 

 
 

Mata subyek ditutup

 

 

 

 

Ijuk ditekan – tekan oleh pengamat disetiap petak hingga ijuk bengkok

 

Sensasi sentuhan dialami Subyek

 

Tekanan yang diberikan  harus sama

 

       
     
 
 

Hasil dicatat

 

 

 

 

 

 

 

  1. 2.      Menentukan Reseptor Sakit

 

       
 

Petak dibuat pada lengan bawah

 

 

 
     

 

 

 

                  Ukuran 2,5 cm, petak dibagi menjadi 25 petak kecil

 

 
   

 

 

 

                                    Kapas direndam air selama 5 menit

 

 
   

 

 

 

                       

 

 

           
 

Sensasi sakit dirasakan subyek

 

 
     
 
   

Hasil dicatat

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 3.      Pentingnya Penglihatan Binokuler

 

             
 

Satu mata subyek ditutup dan pensil di pegang

 

 
     
 
 

Tabung reaksi dipegang pengamat

 

 
     

 

 

 

 

 

 

                                    Tabung reaksi berbentuk vertikal dengan lubang diatasnya

 

 
 

Pensil dimasukkan kedalam tabung oleh subyek

 

 

 

 

Ulangi dengan tabung dipindah – pindah oleh pengamat

                                      percobaan diulangi sampai 10 kali

 

 
 

Hasil dicatat  

 

 

 

 

  1. 4.      Penghantar Suara

 

       
   
 
     

 

 

 

 

 

 

 

 

  

    Darimana suara terdengar ?

 

 

 
 

Salah satu telinga ditutup

 

 

                                      

   Dimana letak sumber bunyi ?

 

       
 

Garpu tala yang bergetar diletakkan diatas kepala

 

 
     

 

 

 

                                       Garpu tala diletakkan bila sudah tidak terdengar suara

 

 
 

Hasil dicatat

 

 

 

 

 

  1. 5.     

Berdiri tegak, mata terbuka, salah satu kaki diangkat

 

Keseimbangan

 

 

Berdiri pada posisi tersebut selama 2 menit

 

           
   

Istirahat sebentar

 

 
     
 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 6.     

Respon dicatat

 

Pelaku duduk diatas kursi

 

Refleks Patella                                                         

 

 

 

 
   

 

Posisi kaki terjuntai bebas

 

 

 

Ligamentum patellaris (dibawah lutut) dipukul

 

 

 

 

            Dengan pemukul karet

            Saat pelaku tidak melakukan aktivitas apapun

 

 

 

 

       
     
 
 

Perlakuan uji refleks diulangi

 

 

 

 

 

 

 

 

           

Saat otak pelaku aktif, yaitu mengerjakan sejumlah penjumlahan

 

           
 

Respon dicatat

 

 
     
 
   

Perlakuan uji refleks diulangi

 

 
     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Respon dicatat

 

Saat aktivitas otot dilakukan pelaku, seperti menarik kedua tangan yang jari – jarinya bertautan

 

 

 

 

  1. 7.     

Pelaku duduk berlutut di kursi

 

Refleks Achilles

 

 

 
   

 

 

 

 

Telapak kaki ditekuk kearah betis

 

Kedua telapak kaki tergantung bebas pada tepi kursi

 

 

 

 

 Untuk menambah ketegangan otot gastrocnemius

 

 

           
 

Tondon achilles dipukul dengan pemukul karet

 

 
     
 
   

Respon dicatat

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. F.     Data Pengamatan

1)      Menentukan Reseptor Sentuh

 

                                                                               Keterangan :

                                                                                     √  :  terasa

–       :  tidak terasa

 

2)   Menentukan Reseptor Sakit

 

 

 

 

 

                                                                               Keterangan :

                                                                                     √  :  terasa

–       :  tidak terasa

 

3)      Pentingnya Penglihatan Binokuler

No.

Pelaku

Pensil masuk

Pensil tidak masuk

1.

Zainul

3

7

2.

Deby

3

7

3.

Resa

2

8

4.

Fery

1

9

5.

Ana

2

8

 

4)      Penghantar Suara

No.

Letak garpu tala

Sumber suara

1.

Di letakkan di gigi

Dari telinga kanan dan kiri

2.

Saat salah satu telinga ditutup

Terdengar di telinga yang tertutup

3.

Di letakkan di atas kepala

Terdengar dari telinga sebelah kiri

4.

Saat garpu tala sudah tidak terdengar lagi

Terdengar de dekat telinga

 

5)   K eseimbangan

No.

Kondisi

Keadaan Subyek

1.

Mata tertutup

Tidak bergerak sama sekali

2.

Mata terbuka

Pada detik 22 subyek tidak dapat menjaga keseimbangan

 

6)      Refleks Patella

No.

Kegiatan Subyek saat dipukul

Respon Subyek

1.

Subyek tidak melakukan apa – apa, duduk dengan kaki terjuntai

Percobaan ke-

Hasil

1

+

2

+

3

++

4

++

5

++

 

2.

Subyek mengerjakan penjumlahan 3 digit angka

Percobaan ke-

Hasil

1

+

2

+

3

+

4

+

5

+

 

3.

Subyek menarik kedua tangan yang jari – jarinya bertautan satu sama lain

Percobaan ke-

Hasil

1

+

2

+

3

+

4

+

5

+

 

                                                           

                                                            Keterangan  :

                                                                        +     :  refleks pelaku baik

++   :  refleks pelaku sangat baik

7)        Refleks Achilles

No.

Kegiatan subyek saat dipukul

Respon kaki subyek

1

Kaki subjek terantung bebas kemudian ditekuk kearah betis

Subyek 1

Dari 10 kali pukulan pada telapak kaki, subyek melakukan 10 kali respon

Subyek 2

Dari 10 kali pukulan pada telapak kaki, subyek melakukan 8 kali respon

 

 

 

  1. F.  Analisis Data

Praktikum kali ini membahas tentang sensasi indera dan refleks pada manusia. Pada percobaan menentukan reseptor sentuh subyek tidak merasa- kan tekanan pada tekanan ijuk ke 14, 18, dan 24. Mungkin dikarenakan ijuk terlalu kecil atau subjek terlalu sering merasakan tusukan dari ijuk.

    Pada percobaan menentukan reseptor sakit, subjek merasakan semua  tusukan. Hal ini  dikarenakan alat untuk merangsang reseptor sakit memiliki tingkat keruncingan yang lebih kuat dari ijuk, sehingga pelaku merasakan rasa sakit.

Pada percobaan pentingnya penglihatan binokuler subjek pertama bisa memasukkan pensil kedalam tabung sebanyak 3 kali, sedangkan yang tidak masuk sebanyak 7 kali. Subjek kedua bisa memasukkan pensil kedalam tabung sebanyak 3 kali, sedangkan yang tidak masuk sebanyak 7 kali. Subjek ketiga bisa memasukkan pensil kedalam tabung sebanyak 2 kali, sedangkan yang tidak masuk sebanyak 8 kali. Subjek keempat bisa memasukkan pensil kedalam tabung sebanyak 1 kali, sedangkan yang tidak masuk sebanyak 9 kali. Subjek kelima bisa memasukkan pensil kedalam tabung sebanyak 2 kali, sedangkan yang tidak masuk sebanyak 8 kali. Kebayakan subjek tidak bisa memasukkan pensil dengan sempurna, dikarenakan manusia diberi batas kemampuan pada penglihatan. Manusia tidak bisa melihat dengan sempurna jika salah satu mata ditutup. Ketika salah satu mata ditutup maka otak akan bekerja keras untuk membantu penglihatan mata yang ditutup.

Pada percobaan penghantar suara, saat garpu tala diletakkan di antara gigi subjek, suara terdengar dari telinga kanan dan kiri. Karena arah rambatan garpu tala menyebar ke dua arah kanan dan kiri, karena itu bunyi terdengar di kedua telinga.  Saat salah satu telinga subjek ditutup, bunyi terdengar di telinga yang ditutup. Karena telinga bagian dalam bisa merasakan arah rambatan garpu tala. Saat garpu tala diletakkan di atas telinga subjek, bunyi terdengar dari arah telinga sebelah kiri, karena ketika berada diatas kepala, subjek hanya bisa mendengarkan arah getaran garpu tala dari sebelah kiri, mungkin karena telinga subjek lebih peka di sebelah kiri. Saat garpu tala sudah tidak terdengar lagi diatas kepala dekat telinga, bunyi terdengar di dekat telinga.

Pada percobaan keseimbangan ketika mata subjek terbuka, subjek tidak bergerak sama sekali. Sedangkan saat mata subjek tertutup, pada detik ke 22 subjek sudah tidak dapat menjaga keseimbangan.  Mungkin karena konsentrasi subjek saat mata terbuka lebih bagus dari saat mata tertutup.

Pada percobaan refleks patella, saat subjek tidak melakukan apa-apa, duduk dengan kaki terjuntai, pada percobaan ke-1 dan ke-2 pelaku mengge-rakkan kaki dengan lemah, kemudian pada percobaan ke-3, 4, 5 pelaku merefleks dengan kuat. Hal ini dikarenakan neuron-neuron atau sel saraf pada saat pertama dan kedua belum selancar aliran implusnya dibandingkan percobaan selanjutnya pada bagian objek yang sama. Sehingga, hasil yang didapatkan semakin banyak percobaan pada bagian yang sama mengakibat-kan refleks yang terjadi lebih kuat dan cepat. Saat subjek mengerjakan penjumlahan 3 digit angka dan saat menarik kedua tangan yang jari-jarinya bertautan satu sama lain menghasilkan terjadi refleks yang sama pada perulangan percobaan sebanyak lima kali. Hal ini dikarenakan otak pelaku melakukan pekerjaan sehingga, menghambat proses penghantaran lebih cepat saat rangsangan terjadi dibandingkan dengan saat tidak melakukan apa-apa.

Pada percobaan refleks Achilles, pelaku pertama melakukan sepuluh kali percobaan dan merefleks semua, sedangkan pelaku kedua melakukan sepuluh kali percobaan dan merefleks delapan kali.

  

 

 

G. Pembahasan

  1. Jelaskan mekanisme sampai kita dapat merasakan adanya rasa tekanan / sentuhan dan rasa sakit !

Jawab :

          ketika rangsangan diterima oleh reseptor tekanan(korpuscel pacini), reseptor sentuhan(korpuskel Meissner), dan reseptor rasa sakit(pain receptor). Kemudian rangsangan diubah menjadi implus saraf, dan kemudian dihantarkan sepanjang jalur saraf dari sensori ke otak, di otak terjadi penerjemahan implus yang dibawa sel saraf sensorik menjadi sensasi yang dapat dirasakan oleh manusia.

  1. Jelaskan kenapa penglihatan binokuler penting untuk manusia serta uraikan bagaimana mekanismenya sehingga kita dapat melihat obyek secara jelas !

Jawab :

Mata manusia memiliki cara kerja otomatis yang sempurna, mata dibentuk dengan 40 unsur utama yang berbeda dan kesemua bagian ini memiliki fungsi penting dalam proses melihat kerusakan atau ketiadaan salah satu fungsi bagiannya saja akan menjadikan mata mustahil dapat melihat. Lapisan tembus cahaya di bagian depan mata adalah kornea, tepat dibelakangnya terdapat iris, selain member warna pada mata iris juga dapat merubah ukurannya secara otomatis sesuai kekuatan cahaya yang masuk, dengan bantuan otot yang melekat padanya. Misalnya ketika berada di tempat gelap iris akan membesar untuk memasukkan cahaya sebanyak mungkin. Ketika kekuatan cahaya bertambah, iris akan mengecil untuk mengurangi cahaya yang masuk ke mata. System pengaturan otomatis yang berkeja pada mata bekerja sebagaimana berikut.

Ketika cahaya mengenai mata sinyal saraf terbentuk dan dikrimkan ke otak, untuk memberikan pesan tentang keberadaan cahaya, dan kekuatan cahaya. Lalu otak mengirim balik sinyal dan memerintahkan sejauh mana otot disekitar iris harus mengerut. Bagian mata lainnya yang bekerja bersamaan dengan struktur ini adalah lensa. Lensa bertugas memfokuskan cahaya yang memasuki mata pada lapisan retina di bagian belakang mata. Karena otot-otot disekeliling lensa cahaya yang datang ke mata dari berbagai sudut dan jarak berbeda dapat selalu difokuskan ke retina.Semua system yang telah kami sebutkan tadi berukuran lebih kecil, tapi jauh lebih unggul daripada peralatan mekanik yang dibuat untuk meniru desain mata dengan menggunakan teknologi terbaru, bahkan system perekaman gambar buatan paling modern di dunia ternyata masih terlalu sederhana jika dibandingkan mata. Jika kita renungkan segala jerih payah dan pemikiran yang dicurahkan untuk membuat alat perekaman gambar buatan ini kita akan memahami betapa jauh lebih unggulnya teknologi penciptaan mata.

Jika kita amati bagian-bagian lebih kecil dari sel sebuah mata maka kehebatan penciptaan ini semakin terungkap. Anggaplah kita sedang melihat mangkuk Kristal yang penuh dengan buah-buahan, cahaya yang datang dari mangkuk ini ke mata kita menembus kornea dan iris kemudian difokuskan pada retina oleh lensa jadi apa yang terjadi pada retina, sehinggasel-sel retina dapat merasakan adanya cahaya ketika partikel cahaya yang disebut foton mengenai sel-sel retina. Ketika itu mereka menghasilkan efek rantai layaknya sederetan kartu domino yang tersusun dalam barisan rapi. Kartu domino pertama dalam sel retina adalah sebuah molekul bernama 11-cis retinal. Ketika sebuah foton mengenainya molekul ini berubah bentuk dan kemudian mendorong perubahan protein lain yang berikatan kuat dengannya yakni rhodopsin.

Kini rhodopsin berubah menjadi suatu bentuk yang memungkinkannya berikatan dengan protein lain yakni transdusin. Transdusin ini sebelumnya sudah ada dalam sel namun belum dapat bergabung dengan rhodopsin karena ketidak sesuaian bentuk. Penyatuan ini kemudian diikuti gabungan satu molekul lain yang bernama GTP kini dua protein yakni rhodopsin dan transdusin serta 1 molekul kimia bernama GTP telah menyatu tetapi proses sesungguhnya baru saja dimulai senyawa bernama GDP kini telah memiliki bentuk sesuai untuk mengikat satu protein lain bernama phosphodiesterase yang senantiasa ada dalam sel. Setelah berikatan bentuk molekul yang dihasilkan akan menggerakkan suatu mekanisme yang akan memulai serangkaian reaksi kimia dalam sel.

Mekanisme ini menghasilkan reaksi ion dalam sel dan menghasilkan energy listrik energy ini merangsang saraf-saraf yang terdapat tepat di belakang sel retina. Dengan demikian bayangan yang ketika mengenai mata berwujud seperti foton cahaya ini meneruskan perjalanannya dalam bentuk sinyal listrik. Sinyal ini berisi informasi visual objek di luar mata.Agar mata dapat melihat sinyal listrik yang dihasilkan dalam retina harus diteruskan dalam pusat penglihatan di otak. Namun sel-sel saraf tidak berhubungan langsung satu sama lain ada celah kecil yang memisah titik-titik sambungan mereka lalu bagaimana sinyal listrik ini melanjutkan perjalanannya disini serangkaian mekanisme rumit terjadi energy listrik diubah menjadi energy kimia tanpa kehilangan informasi yang sedang dibawa dan dengan cara ini informasi diteruskan dari satu sel saraf ke sel saraf berikutnya. Molekul kimia pengangkut ini yang terletak pada titik sambungan sel-sel saraf berhasil membawa informasi yang datang dari mata dari satu saraf ke saraf yang lain.

Ketika dipindahkan ke saraf berikutnya sinyal ini diubah lagi menjadi sinyal listrik dan melanjutkan perjalanannya ke tempat titik sambungan lainnya dengan cara ini sinyal berhasil mencapai pusat penglihatan pada otak disini sinyal tersebut dibandingkan informasi yang ada di pusat memori dan bayangan tersebut ditafsirkan akhirnya kita dapat melihat mangkuk yang penuh buah-buahan sebagaimana kita saksikan sebelumnya karena adanya system sempurna yang terdiri atas ratusan kompenen kecil ini dan semua rentetan peristiwa yang menakjubkan ini terjadi pada waktu kurang dari 1 detik.

 

  1. Uraikan disertai gambar mekanisme kita dapat mendengar suara dan faktor – faktornya !

Jawab :  getaran udara yang menimpa gendang dengar ditansmisikan melalui tulang-tulang pendengaran (tukul=incus, landasan =maleus, sanggurdi=stapes), dan melalui jendela lorong ke perilimfa. Tulang-tulang pendengaran memperkuat tekanan getaran dari gendang telinga. Karena luas jendela lorong hanya kurang lebih 1/25 luas gendang dengar, energy suara yang menimpa gendang dengar dan dirambatkan melalui tulang pendengaran ke jendela lorong dikonsentrasikan pada area yang lebih kecil, dan kekuatan tekanan per unit area yang mengenai jendela lonjong lebih besar daripada tekanan yang dikirim oleh gendang dengar.

      Getaran yang menimpa jendela lonjong terus merambat ke cairan kokhlear, membrane  reissner dan basiler, kemudian tersebar ke bagian-bagian kokhlear sebelum energinya dibebaskan melalui jendela bundar. Gerakan membrane basiler akan merangsang sekelompok sel rambut. Rangsangan ini akan menyebabkan sel-sel rambut membebaskan neurotransmitter ke akson sel-sel sensori (saraf pendengaran / saraf kranial ke 8) yang memiliki badan sel yang terletak ditengah-tengah inti kokhlear. Sumasi arus reseptor akan menimbulkan implus pada saraf pendengaran yang akan disampaikan ke pusat pendengaran.

 

  1. Pada setiap refleks yang saudara amati, jelaskan :
  2. Lintasan refleks yang meliputi reseptor, saraf sensorik, saraf motorik, dan efektornya

Jawab :

     Rangsangan (impuls) –> reseptor (indra) –> saraf sensorik –> sumsum tulang belakang –> saraf motorik –> efektor (Otot)

  1. Reseptor : alat penerima rangsangan atau impuls. Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah organ indera.
  2. Saraf sensorik : saraf yang membawa rangsangan (impuls) dari reseptor (indra) ke saraf pusat(otak dan sumsum tulang belakang).
  3. Sumsum Tulang Belakang : Sumsum tulang belakang terdapat memanjang di dalam rongga tulang belakang, mulai dari ruas-ruas tulang leher sampai ruas tulang pinggang ke dua. Sumsum tulang belakang juga dibungkus oleh selaput meninges. Bila diamati secara melintang, sumsum tulang belakang bagian luar tampak berwarna putih (substansi alba) karena banyak mengandung akson (neurit) dan bagian dalam yang berbentuk seperti kupu-kupu, berwarna kelabu (substansi grissea) karena banyak mengandung badan sel-sel saraf.
  4. Saraf Motorik : saraf yang membawa rangsangan (impuls) dari saraf pusat susunan saraf ke efektor (otot dan kelenjar).
  5. Efektor : bagian tubuh yang menanggapi rangsangan. Efektor yang paling penting pada manusia adalah otot dan kelenjar (hormon). Otot menanggapi rangsang yang berupa gerakan tubuh, sedangkan hormon menaggapi rangsang dengan meningkatkan/menurunkan aktivitas organ tubuh tertentu.

 

 

  1. Termasuk refleks somatik, otonom, spinal, atau  cranial ?

Jawab :

  • Berdasarkan system pengendaliaannya reflex dibedakan menjadi 2 yaitu:

a)      Refleks somatik : refleks yang dikendalikan oleh sistem saraf somatik. Refleks ini melibatkan somatic motor neuron dan dan otot skeletal.

b)      Refleks otonom : reflex ini diintegrasikan di otak, khususnya di hipotalamus, thalamus, dan batang otak. Daerah ini berisi pusat koordinasi yang dibutuhkan untuk menjaga homeostatis seperti detak jantung, tekanana darah, bernafas dan keseimbangan air dan temperatur. Pusat pengendalian refleks di sini adalah salivating, muntah, bersin, batuk dan tersedak.

  • Berdasarkan lokasi dimana reflex diintegrasikan dibedakan menjadi 2 yaitu:

a)      Refleks Spinal : Refleks ini dapat terjadi tanpa melibatkan otak. Dikoordinasikan di spinal kord.Refleks ini dapat dimodulasi oleh input yang lebih tinggi dari otak namun juga bisa tanpa input tersebut.

b)      Refleks Kranial: Refleks ini diintegrasikan di otak.

 

  1. Apabila untuk satu macam refleks diberikan lebih dari satu perlakuan, bandingkan hasilnya dan jelaskan !

Jawab :

          Hasilnya pasti berbeda, contohnya pada refleks patella. Perlakuan yang pertama adalah pelaku duduk diatas kursi dengan kedua kaki terjuntai bebas, pukul legamentum patellarisnya dengan pemukul karet, maka responnya adalah kaki mengayun.

          Dan untuk perlakuan yang kedua pelaku sambil melakukan aktivitas otak. Dan hasilnya pun berbeda, pada umumnya pelaku belum bisa melakukan refleks secara bersama – sama antara aktivitas otak dan respon yang terjadi. Kebanyakan pelaku hanya bisa memberikan respon dari reflek tersebut dan aktivitas otak pun belum bisa berinteraksi secara bersamaan.

 

  1. H.    Kesimpulan
  • Pada hewan maupun manusia, respon terhadap stimuli melibatkan tiga proses : 1) menerima stimulus, 2) menghantarkan implus, dan 3) respon oleh efektor
  • Agar terjadi sensasi diperlukan empat syarat: 1. Harus ada rangsang; 2. Organ pengindera harus menerima rangsang dan mengubahnya kedalam implus saraf; 3. Implus harus dihantarkan melalui sistem saraf dari sensori hingga ke otak atau sumsum tulang belakang; 4. Bagian otak yang menerima harus menerjemahkan implus menjadi sensasi.
  • Refleks adalah respon yang cepat dan tidak disadari terhadap perubahan lingkungan internal maupun eksternal.
  • Rangkaian jalur saraf yang terlibat dalam aktivitas refleks disebut lengkung refleks, yang terdiri atas 5 komponen dasar: 1. Reseptor, 2. Saraf aferen, 3. Pusat saraf (otak atau sumsum tulang belakang), 4. Saraf aferen, 5. Efektor

 

  1. I.       Daftar Pustaka

Soewolo. 1999. Pengantar Fisiologi Hewan. Jakarta :  Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

Susilowati, M.S, dkk. 2003. Petunjuk Praktikum Biologi Untuk Fisika. Malang : Universitas Negeri Malang

 

makanan dan sistem pencernaan

1 Apr

 

MAKANAN DAN SISTEM PENCERNAAN

  1. Tujuan
  1. Mendeteksi kandungan amilum dalam makanan secara kualitatif
  2. Mendeteksi kandungan protein dalam makanan secara kualitatif
  3. Mendeteksi kandungan lemak dalam makanan secara kualitatif
  4. Mendeteksi kandungan vitamin C dalam makanan secara kualitatif
  5. Mendeskripsikan bagian-bagian penyusun sistem pencernaan manusia

 

  1. Dasar Teori

Makanan yang secara nutrisi memadai harus memenuhi tiga kebutuhan: bahan bakar (energi kimia) untuk semua kerja seluler tubuh; bahan mentah organik yang dipakai manusia dalam biosintesis (kerangka karbon untuk membuat banyak molekulnya sendiri); dan nutrien essensial, bahan-bahan yang tidak dapat dibuat oleh manusia itu sendiri dari bahan mentah apapun.

Zat-zat makanan manusia dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu zat makanan makro (makronutrien) yang terdiri dari karbohidrat, lemak, dan protein; dan zat makanan mikro (mikronutrien) yang terdiri dari vitamin dan mineral. Zat-zat tersebut diperlukan oleh tubuh untuk pertumbuhan, pemeliharaan, dan perbaikan sel-sel yang rusak, serta untuk penyediaan energy bagi segala aktivitas tubuh.

Karbohidrat terdapat pada semua makhluk hidup dan merupakan bahan bakar utama bagi makhluk hidup. Karbohidrat terdiri atas unsur-unsur karbon(C), hydrogen (H), dan oksigen (O2). Zat makanan yang tergolong karbohidrat diantaranya adalah amilum, selulosa dan gula. Adanya kandungan amilum dalam makanan dapat dideteksi dengan larutan lugol. Larutan lugos yang terdiri dari senyawa I2 (Iodium) akan bereaksi dengan amilum membentuk Iod amilum yang berwarna biruu kehitaman.

Protein terdiri atas kumpulan berbagai asam amino. Satu protein terdiri atas 15 sampai 200 asam amino yang mempunyai ikatan peptida ( NH2) yang bersifat basa lemah dan mengandung COOH yang bersifat asam lemah, sehingga asam amino merupakan persenyawaan yang bersifat amfoter. Zat makanan yang mengandung protein dapat dideteksi dengan reagen biuret(CuSO4 1% + NaOH 5%). Jika terdapat ikatan peptida maka larutan bahan makanan yang ditambah dengan reagen biuret akan menunjukkan cincin berwarna ungu.

Lemak dan sejenisnya disebut lipida , yang terdiri atas unsur karbon, hydrogen, dan oksigen. Lemak adalah lipida sederhana yang terdiri atas gliserol dan asam lemak dengan perbandingan 1:3 yang memiliki sifat hidrofob, sangat sulit larut dalam air.. Asam lemak dibedakan atas asam lemak jenuh (padat) dan asam lemak tak jenuh (cair). Zat makanan yang mengandung lemak dapat dideteksi dengan menggunakan larutan sudan III 0,5% dalam alcohol. Larutan sudan III larut dalam lemak dan akan menimbulkan warna merah pada larutan bahan makanan yang diuji dengan larutan tersebut.

Salah satu vitamin yang eksistensinya dalam tubuh sangat diperlukan adalah viamin C (asam askorbat) yang berfungsi membentuk mukopolisakarida, yaitu bahan perekat antarsel dan membentuk jaringan ikat yang penting dalam penyembuhan luka, kesehatan gigi, dan pembentukan antibody. Zat makanan yang mengandung vitamin C dapat dideteksi dengan menggunakan larutan hasil pengenceran lugol (0,5 ml lugol ditambahkan air 50 ml), apabila vitamin C ditetesi lugol, maka vitamin C akan mengubah warna coklat Iodium menjadi tak berwarna (bening).

Dalam proses menjadi sari-sari makanan yang diperlukan tubuh, zat makanan karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan lain-lain melalui proses : pene- lanan, pencernaan, penyerapan, dan pembuangan. Dalam system pencernaan manusia makanan akan melewati saluran pencernaan manusia mulai dari : mulut, tekak (faring), esophagus, lambung, usus halus, usus besar, anus sebagai organ dasar proses pencernaan, kemudian sebagai organ tambahan terdiri atas gigi, lidah, kelenjar ludah, hati, pancreas, kantung empedu).

 

  1. Alat dan Bahan
  1. Mortar dan pistil                                           19.  Minyak goreng
  2. Beaker glass 100 ml                                    20.  Ikan
  3. Pipet panjang                                               21.  Daging sapi                                                        
  4. Tabung reaksi                                          22.  Kecambah kacang hijau
  5. Rak tabung reaksi                                    23.  Vitamin C – IPI       
  6. Sikat tabung reaksi                                  24.  Jeruk nipis
  7. Lempeng uji                                            25.  Tomat mentah dan satang
  8. Ketela pohon                                           26.  Cabe merah
  9. Ubi jalar                                                  27.  Cabe rawit
  10. Tepung terigu                                         28.  Minuman sachet                     
  11. Jagung muda                                                 (Nutrisari, Marimas, dll)
  12. Kacang tanah                                          29.  Larutan lugol
  13. Pisang                                                     30.  Reagen Biuret
  14. Telur ayam                                             31.  Larutan Sudan III 0,5%
  15. Margarin                                                        dalam alkohol.
  16. Santan kelapa                                         32.  Aquades
  17. Tempe                                                    33.  Gambar, model dan torso
  18. Tahu                                                              sistem pencernaan manusia

           

 

  1. Cara Kerja
  1. Pengamatan uji adanya amilim

                       

 

Mengiris bahan yang akan di uji

 

                 

 

           
     
 
 

Memasukkan kedalam mortar

 

 
     

 

 

 

 

 

 

Menggerus dengan pistil

 

                                                                          

 

 
   

 

 

Menambahkan aquades

 

                                     

 

 
   

 

                                                                               

 

 
 

Menyaring dengan kain kasa

 

 

                                    

 

Menganggap hasil penyaringan itu sebagai cairan bahan

 

                                                                                             

 

 

 

       
     
 
 

Meneteskan 3-4 tetes ke dalam lempeng uji

 

 

 

 

                                       

 

 
   

 

 

 

 

 

Diaduk dengan tusuk gigi

 

                                             

 

       
     
 
 

Mengamati dan mencatat perubahan warna yang terjadi

 

 

 

 

                                                  

 

 
   

 

 

 

 

 

 

    2.     Pengamatan uji adanya protein  

 

 

 

 
 

Memasukkan kedalam mortar

 

 

 

                                                                                      

 

 
 

Menggerus dengan pistil

 

 

           

 

                         
     
 
 

Menambahkan aquades

 

 
     
 
   

Menyaring dengan kain kasa

 

 
     
 
   

Menganggap hasil penyaringan itu sebagai cairan bahan

 

 

 
     
 
     
 
     
 
   

Menetesi 2-3 tetes reagen biuret

 

 
     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pengamatan uji adanya lemak

 

         
   

Megiris bahan yang akan di uji atau langsung dicairkan dengan aquades

 

 
     
 
   
 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

 

           
 

Menganggap hasil penyaringan itu sebagai cairan bahan

 

 

 

 
     
 
   

Menetesi 1 ml cairan Sudan III, kemudian di kocok

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                          

 

       
     
 
 

Mengamati dan mencatat perubahan warna yang terjadi

 

 

 

 

 

           

 

      4. Uji vitamin C

 

 
   

 

 

 

 

 

 

Menambahkan 50 ml aquades pada 0,5 ml larutan lugol

 

                                                                                               

 

 

       
     
 
 

Menmbahkan tetes demi tetes, dikocok dan mengamati hasilnya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

      5. Pengamatan sistem pencernaan manusia

 

       
 

Mengamati model sistem pencernaan makanan dan mementukan bagian-bagian penyusun nya

 

 

 
     
 
 

Menggambar hasil pengamatannya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Hasil Pengamatan dan Analisa data

 

No

Bahan Uji

Amilum

Protein

Lemak

Vitamin C

1

Daging

++

++

2

Ikan

+++

+

3

Tempe

+

++

+

4

Pisang

++

++

+

+++

5

Kacang tanah

+

+

++

6

Tahu goring

++

++

7

Putih telur

+++

+++

+

8

Marimas

+

+

+

9

Nutrisari

+

+

++

10

Cabe besar

+

+++

11

Cabe rawit

+

++

12

Tomat matang

++

13

Tomat mentah

+

14

Jeruk nipis

++

15

Mentega

++

16

Jagung

+++

++

17

Tepung

+++

+

+

18

Santan kelapa

+++

++

19

Vitamin C IPI

++

++

20

Ubi jalar

+++

+

+

21

Kecambah

+

+

+

22

Minyak curah

+++

23

Minyak hemat

+

++

24

Kuning telur

++

++

 

 

 

 

 

  1. Analisis data

Dari data pengamatan didapatkan warna merah pada kuning telur setelah ditambahkan larutan sudan III, hal ini terjadi kemungkinan besar karena pemisahan putih telur dengan kuning telur tidak sempurna bahkan kandungan lemak dalam putih telur yang diuji tersebut cukup banyak sehingga terdapat kandungan lemak yang banyak.

Bahan kuning telur dalam pengujian mengandung protein, hal ini terjadi kemungkinan karena pengambilan bahan uji tidak sempurna, yaitu dengan ambil langsung tanpa pemisahan yang tepat antara putih telur dan kuning telur, sehingga dalam bahan uji tersebut terdapat kandungan putih telur, akibatnya bahan uji tersebut mengandung protein yang cukup banyak.

Bahan makanan marimas dan nutrisari dalam pengujian tidak mengandung amilum dan mengandung protein, lemak dan vitamin C. dalam pengujian ini terjadi kesalahan dimungkinkan karena dalam pembentukan bahan uji terlalu banyak air, sehingga pengujian tidak sempurna dan amilum tidak terdeteksi.

Bahan minyak “hemat” dalam pengujian terdapat kandungan protein, hal ini kemungkinan kesalahan terjadi pada saat pengamatan cincin ungu yang terbentuk, yaitu menganggap setiap terdapat warna biru, maka akan terbentuk cincin ungu.

 

 

  1. Pembahasan

1. Bahan makanan yang banyak mengandung amilum adalah bahan-bahan makanan yang bertepung dan memiliki struktur makanan yang padat seperti tepung, tempe, pisang, kacang tanah, jagung, santan kelapa, ubi jalar, dan kecambah.

2. Berdasarkan hasil percobaan bahan makanan yang mengandung protein adalah daging, ikan, tempe, pisang, kacang tanah, tahu goreng, putih telur, marimas, nutrisari, cabe besar, cabe rawit, kecambah, minyak “hemat”, dan kuning telur.

Sedangkan yang mengandung lemak adalah daging, ikan, tempe, pisang, kacang tanah, tahu goreng, putih telur, marimas, nutrisari, mentega, jagung, tepung, santan kelapa, vitamin C (IPI), ubi jalar, kecambah, minyak curah, minyak “hemat”, dan kuning telur.

3. Cara yang lebih sederhana  untuk menguji adanya lemak dalam bahan                        makanan adalah dengan kertas minyak atau kertas sampul coklat. Adapun                      langkah kerja untuk menguji lemak dengan cara tersebut adalah:

  1. Siapkan 6 larutan bahan makanan berbeda yang akan diuji
 
  1. Siapkan kertas sampul coklat dengan ukuran 20 x 25 cm

 

 

  1. Teteskan 4-5 tetes bermacam bahan makanan di atas kertas sampul coklat dan gosokkan merata pada permukaan kertas
 
  1. Agar mudah dalam mengamati teteskan bahan makanan secara berurut pada kertas coklat
 
  1. Nyalakan pembakar spiritus

 

 

 

  1. Panaskan kertas di atas pembakar spiritus, jangan terlalu dekat dengan api dan jangan sampai kertas terbakar
 
  1. Amati yang terjadi, apabila Makanan yang mengandung lemak akan membuat kertas buram menjadi transparan atau bernoda.
 

 

4. Vitamin C hanya terdapat pada buah-buahan yang masam     .                       Berdasarkan hasil percobaan didapatkan bahwa cabe merah              terbukti memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi.Selain itu,                    diperoleh pula data bahwa cabe rawit dan pisang juga memiliki kandungan         vitamin C.  Telah diketahui bersama bahwa cabe merah dan cabe rawit                    memiliki rasa pedas dan pisang memiliki rasa manis. Jadi rasa masam                 pada buah tidak menjamin tingginya kadar vitamin C yang terkandung.

 

5. Fungsi mulut sebagai sistem pencernaan

Mulut adalah pintu awal masuknya makanan ke dalam tubuh kita. Karena itu mulut memainkan peranan yang sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sebagai salah satu bagian dari sistem pencernaan ia merupakan pintu gerbang dimana didalamnya terjadi proses kompleks yang dijalankan oleh fungsi gigi, kelenjar ludah dan lidah. Sebagai gerbang sistem pencernaan mulut menjadi tempat masuknya makanan dalam saluran pencernaan. Mulut terdiri dari banyak struktur yang sangat penting seperti langit-langit, lidah, gigi dan beberapa pasang kelenjar ludah seperti yang disebutkan di atas. Setiap bagian melakukan fungsi tertentu.

Adapun empat fungsi penting yang dijalankan oleh mulut kita adalah sebagai berikut :

  • Pemilihan Makanan
    Fungsi rongga mulut yang pertama adalah memilih makanan dengan rasa. Makanan dengan rasa yang tidak menyenangkan atau buruk akan ditolak. Dalam pemilihan makanan, penglihatan dan bau memainkan peranan yang penting. Faktor sosial dan faktor psikologis juga terlibat dalam memilih jenis makanan tertentu.
  • Penghalusan Makanan
    Setelah makanan berada dalam rongga mulut, maka akan dilakukan tindakan pengunyahan untuk menghaluskan makanan. Gigi, lidah dan pipi semua mengambil bagian dalam menghaluskan makanan secara fisik dan hingga menjadi potongan kecil. Kerja enzim dalam rongga mulut akan mudah bekerja pada partikel makanan yang berukuran kecil.
  • Pelumasan
    Proses pelumasan dan pencernaan dalam rongga mulut dimulai hingga makanan dipecah menjadi potongan-potongan kecil. Tiga pasang kelenjar ludah mengeluarkan ludah yang terdiri atas :

a)   Air dan mukus
Air dan mukus secara bersamaan membuat cairan dengan komposisi mukus atau sedikit kental yang terutama membasahi dan melumasi makanan yang tertelan. Dalam rongga mulut, fungsi pembasahan dan pelumasan penting. Makanan dapat dikunyah secara efisien untuk memungkinkan cairan pencernaan memasuki bagian makanan.

b)   Natrium bikarbonat
garam Natrium bikarbonat dan lainnya menstabilkan pH makanan meskipun merupakan antiseptik. 

c)   Amilase
Amilase (Ptyalin) adalah enzim karbohidrat yang menghidrolisis pati dan glikogen untuk maltosa.

 

6. Perbedaan Struktur dan Fungsi Usus Halus dan Usus Besar

No

Pembeda

Usus Halus

Usus Besar

1.

2.

 

 

 

 

 

 

3.

Ukuran

Bagian-bagian

 

 

 

 

 

 

Fungsi

Panjang 6 m, diameter 2,5 cm

–          Usus dua belas jari

–          Usus kosong

–          Usus penyerapan

 

 

 

 

Di dalam usus ini, makanan tidak dilakukan pemecahan lagi, melainkan sari-sarinya diserap oleh dinding usus masuk peredaran darah yang kemudian dapat digunakan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh.

 

 

Panjang 1,5 cm, diameter 6,5 cm

–          Usus besar naik (kolon ascenden)

–          Usus besar melintang (kolon transversum)

–          Usus besar turun (kolon descenden)

 

Di dalam usus besar, makanan hanya akan mengalami penyerapan air dan beberapa garam mineral. Di dalam usus ini makanan sudah berwujud dalam bentuk ampas. Adanya bakteri saprofit, yaitu Eschericia coli menyebabkan ampas makanan akan membusuk yang selanjutnya akan dikeluarkan dalam bentuk feses.

Terjadi pula pengaturan kadar air dalam feses

 

7. Peran Hati pada pencernaan :
            Hati merupakan sebuah organ yang besar dan memiliki berbagai fungsi,              beberapa diantaranya berhubungan dengan pencernaan.
            Zat-zat gizi dari makanan diserap ke dalam dinding usus yang kaya akan                        pembuluh darah yang kecil-kecil (kapiler). Kapiler ini mengalirkan darah ke dalam vena yang bergabung dengan vena    yang lebih besar dan pada akhirnya masuk ke dalam hati sebagai vena porta.
            Vena porta terbagi menjadi pembuluh-pembuluh kecil di dalam hati,       dimana darah yang masuk diolah.
            Darah diolah dalam 2 cara:

  • Bakteri dan partikel asing lainnya yang diserap dari usus dibuang.
  • Berbagai zat gizi yang diserap dari usus selanjutnya dipecah sehingga dapat digunakan oleh tubuh.

Hati melakukan proses tersebut dengan kecepatan tinggi, setelah darah diperkaya dengan zat-zat gizi, darah dialirkan ke dalam sirkulasi umum. Hati menghasilkan sekitar separuh dari seluruh kolesterol dalam tubuh sisanya berasal dari makanan.

Sekitar 80% kolesterol yang dihasilkan di hati digunakan untuk membuat empedu.  Hati juga menghasilkan empedu, yang disimpan di dalam kandung empedu.

Empedu mengalir dari hati melalui duktus hepatikus kiri dan kanan, yang selanjutnya bergabung membentuk duktus hepatikus umum. Saluran ini kemudian bergabung dengan sebuah saluran yang berasal dari kandung empedu (duktus sistikus) untuk membentuk saluran empedu umum.

Duktus pankreatikus bergabung dengan saluran empedu umum dan masuk ke dalam duodenum. Sebelum makan, garam-garam empedu menumpuk di dalam kandung empedu dan hanya sedikit empedu yang mengalir dari hati.

Makanan di dalam duodenum memicu serangkaian sinyal hormonal dan sinyal saraf sehingga kandung empedu berkontraksi.
Sebagai akibatnya, empedu mengalir ke dalam duodenum dan bercampur dengan makanan.
Empedu memiliki 2 fungsi penting:

  • Membantu pencernaan dan penyerapan lemak.
  • Berperan dalam pembuangan limbah tertentu dari tubuh, terutama hemoglobin yang berasal dari penghancuran sel darah merah dan kelebihan kolesterol.

Secara spesifik empedu berperan dalam berbagai proses berikut:

  • Garam empedu meningkatkan kelarutan kolesterol, lemak dan vitamin yang larut dalam lemak untuk membantu proses penyerapan.
  • Garam empedu merangsang pelepasan air oleh usus besar untuk membantu menggerakkan isinya.
  • Bilirubin (pigmen utama dari empedu) dibuang ke dalam empedu.
  • Obat dan limbah lainnya dibuang dalam empedu dan selanjutnya dibuang dari tubuh.
  • Berbagai protein yang berperan dalam fungsi empedu dibuang di dalam empedu.
  • Garam empedu kembali diserap ke dalam usus halus, disuling oleh hati dan dialirkan kembali ke dalam empedu.

Sirkulasi diatas dikenal sebagai sirkulasi enterohepatik. Seluruh garam empedu di dalam tubuh mengalami sirkulasi sebanyak 10 – 12 kali/hari. Dalam setiap sirkulasi, sejumlah kecil garam empedu masuk ke dalam usus besar (kolon). Di dalam kolon, bakteri memecah garam empedu menjadi berbagai unsur pokok. Beberapa dari unsur pokok ini diserap kembali dan sisanya dibuang bersama

Peran Pankreas pada pencernaan:

Pankreas merupakan suatu organ yang terdiri dari 2 jaringan dasar:

  • Asini, menghasilkan enzim-enzim pencernaan
  • Pulau pankreas, menghasilkan hormon.

Pankreas melepaskan enzim pencernaan ke dalam duodenum dan melepaskan hormon ke dalam darah. Enzim-enzim pencernaan dihasilkan oleh sel-sel asini dan mengalir melalui berbagai saluran ke dalam duktus pankreatikus. Duktus pankreatikus akan bergabung dengan saluran empedu pada sfingter oddi, dimana keduanya akan masuk ke dalam duodenum. Enzim yang dilepaskan oleh pankreas akan mencerna protein, karbohidrat dan lemak. Enzim proteolitik memecah protein ke dalam bentuk yang dapat digunakan oleh tubuh dan dilepaskan dalam bentuk inaktif. Enzim ini hanya akan aktif jika telah mencapai saluran pencernaan. Pankreas juga melepaskan sejumlah besar sodium bikarbonat, yang berfungsi melindungi duodenum dengan cara menetralkan asam lambung.

3 hormon yang dihasilkan oleh pankreas adalah:

  • Insulin, yang berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah
  • Glukagon, yang berfungsi menaikkan kadar gula dalam darah
  • Somatostatin, yang berfungsi menghalangi pelepasan kedua hormon lainnya (insulin dan glukagon).

 

  1. Kesimpulan
  • Makanan yang secara nutrisi memadai harus memenuhi tiga kebutuhan: bahan bakar (energi kimia) untuk semua kerja seluler tubuh; bahan mentah organik yang dipakai manusia dalam biosintesis (kerangka karbon untuk membuat banyak molekulnya sendiri); dan nutrien essensial, bahan-bahan yang tidak dapat dibuat oleh manusia itu sendiri dari bahan mentah apapun.
  • Karbohidrat terdapat pada semua makhluk hidup dan merupakan bahan bakar utama bagi makhluk hidup
  • Protein terdiri atas kumpulan berbagai asam amino
  • Lemak dan sejenisnya disebut lipida , yang terdiri atas unsur karbon, hydrogen, dan oksigen
  • Salah satu vitamin yang eksistensinya dalam tubuh sangat diperlukan adalah viamin C (asam askorbat) yang berfungsi membentuk mukopolisakarida,
  • Di dalam tubuh karbohidrat, protein, dan lemak mengalami proses pencernaan menjadi sari – sari makanan yang siap diserap oleh epitel usus halus, untuk selanjutnya diangkut oleh darah.
  • Proses pencernaan makanan dilakukan oleh sistem pencernaan yang terdiri dari saluran pencernaan yang meliputi mulut, faring, esophagus, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Dan organ – organ tambahan yang meliputi gigi, lidah, kelenjar ludah, hati dan pankreas.

 

  1. Daftar Pustaka

Campbell Neil A, Jane B. Reece, Lawrence G. Mitchell. Tanpa tahun. Biologi. Terjemahan Rahayu Lestari. 2002. Jakarta: Erlangga.

H. Fried George,George J. Hademenos. Tanpa tahun. Schaum’s outline Biologi. Terjemahan Damaring Tyas, S.Si. 2006. Jakarta: Erlangga.

Kimball John W. 1983. Biology, Fith Edition. Terjemahan Soetarmi T. Siti, Nawangsari Sugiri. 1994. Jakarta: Erlangga.

 

 

 

 

 

pengamatan sel hewan dan sel tumbuhan

1 Apr

 

PENGAMATAN STRUKTUR SEL DAN JARINGAN HEWAN DAN TUMBUHAN

  1. Tujuan
  1. Mempelajari bentuk dan struktur sel hewan dan sel tumbuhan
  2. Mempelajari perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan
  3. Mempelajari struktur dan susunan sel-sel pembangun jaringan hewan dan tumbuhan
  1. Dasar Teori

Setiap organisme tersusun dari salah satu dari dua jenis sel yang secara structural berbeda: sel prokariotik(tidakmemiliki inti sel) atau sel eukariotik(sel yang memiliki inti sel). Hanya bakteri dan arkea yang memiliki sel prokariotik. Protista, tumbuhan, jamur, dan hewan semuanya mempunyai sel eukariotik.

Sel merupakan unit terkecil dari organisme, baik secara structural, fungsional, maupun hereditas. Artinya selain sebagai penyusun terkecil dari tubuh organisme, sel juga mampu melakukan segala bentuk aktivitas kehidupan, misalnya digesti yaitu proses pencernaan makanan, respirasi yaitu proses pernapasan, ekskresi yaitu proses pembuangan sisa metabolisme dan benda tidak berguna lainnya dari dalam tubuh ke luar tubuh, reproduksi yaitu perkembangbiakan untuk melanjutkan keturunannya, dan sebagainya. Aktivitas sel tersebut dilakukan oleh organel-organel yang terdapat dalam sel seperti mitokondria, inti sel, ribosom, lisosom, badan golgi, dan sebagainya.

Antara sel hewan dan sel tumbuhan memiliki sebagaian besar organel yang sama, namun juga memiliki organel yang beda antara lain sebagai berikut:

  1. Sel tumbuhan memiliki dinding sel yang berfungsi sebagai proteksi tubuh dan menjaga bentuk sel, sedangkan sel hewan tidak;
  2. Sel tumbuhan memiliki plastida yang berfungsi sebagai pembentuk klorofil, sedangkan sel hewan tidak;
  3. Sel tumbuhan memiliki vakuola sebagai penyimpan cadangan makanan, sedangkan sel hewan tidak kalau ada sangat kecil;
  4. Sel hewan memiliki sentriol berfungsi sat pembelahan sel, sedangkan sel tumbuhan tidak;
  5. Sel hewan memiliki lisosom yang berfungsi sebagai pencernaan dalam sel, sedangkan sel tumbuhan tidak.

Pada makhluk hidup lebih yang tinggi tingkatannya terdapat proses-proses aktivitas hidup yang lebih kompleks. Terdapat perbedaan fungsi-fungsi khusus yang dilakukan oleh sel, karena itu terdapat   berbagai bentuk dan struktur sel sesuai dengan fungsinya.

Sekelompok sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama disebut sebagai jaringan, misalnya jaringan spons yang terdiri dari sel floem , sel floem dan kloroplas yang fungsinya untuk kelangsungan dari proses fotosintesis. Beberapa jaringan yang mempunyai fungsi tertentu membentuk suatu organ. Kumpulan organ membentuk system organ. System organ menjalankan fungsi tertentu dan khusus. Akhirnya terbentuklah tubuh organisme yang kompleks yang didalamnya terjadi interaksi antar system organ satu dengan yang lain.

.

  1. Alat dan Bahan
  1. Mikroskop                         8. Tusuk gigi
  2. Kaca benda                        9. Methyleen Blue
  3. Kaca penutup                     10. Air
  4. Beaker glass                       11. Bawang merah(Allium cepa)
  5. Pipet                                  12. Preparat jaringan otot rangka
  6. Pisau silet                           13. Preparat jaringan tulang keras
  7. Kertas hisap                       14. Preparat penampang melintang daun

      Cycas rhumpii

 

 

 

 

 

 

  1. Cara Kerja
  1. Pengamatan sel hewan
  1. Sel epitel pipih                   

 

Disediakan kaca benda bersih,diberi setetes air

 

                 

 

       
     
 
 

Epitel pipi bagian dalam dikorek dengan ujung tumpul tusuk gigi

 

 

 

 

 

 

                                                                          

 

 
 

Dioleskan hasil korekan pada tetesan air di kaca benda, ditutup dengan kaca penutup

 

 

                                     

 

 
   

 

 

Diamati dengan mikroskop

 

                                                                               

 

 
   

 

                                    

 

Diamati dan digambar

 

                                                                                             

 

       
     
 
 

Ditetesi dengan setetes methyleen blue pad salah satu sisi preparat

 

 

 

 

 

 

                                       

 

 

       
 

Dihisap dengan kertas hisap pada sisi yang lain

 

 
     

 

 

 

 

Diamati dengan mikroskop, digambar

 

                                             

 

 

 
   

 

 

Hasil pengamatan

 

                                                  

 

 

  1. Sel-sel darah

 

     
   
 
 

Diamati ciri-ciri eritrosit, leukosit granulosit, dan leukosit agranulosit

 

 

 

 

 

                                                                                      

 

 
   

 

 

Diamati preparat apusan darah dengan mikroskop

 

           

 

 

       
     
 
 

Dicari dan digambar sel-sel darah

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pengamatan sel tumbuhan                     

 

 
 

Disediakan kaca benda bersih,diberi setetes air

 

 

 

                                                                          

 

 

 
   

 

 

 

 

Disayat epidermisnya yang berwarna ungu dengan pisau

 

 

           

 

 

       
     
 
   

 

 

 

 

 

 

 

Diamati dengan mikroskop, di gambar beberapa sel yang tampak

 

 

                                                                                               

 

 

 

 

 

  1. Diamati preparat jaringan otot rangka dengan mikroskop

     

     

    Jaringan hewan

 

 

         
     
 
   
 
   
 
   

Dicari dan digambar satu system havers dan bagian-bagiannya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pengamatan jaringan tumbuhan

 

Diamati preparat penampang melintang pakis haji(Cycas rhumpii) dengan mikroskop

 

 

           

 

 

 
   

 

 

 

 

 

 

  1. Hasil Pengamatan

 

No

Cara Kerja

Data Pengamatan

1

  a

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   b

 

 

 

 

 

1b.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.

Pengamatan Sel Hewan

Sel epitel pipi

 

 

                          -diberi setetes air

 

 
   

 

  

                                                   

                        -dikorek dengan ujung                                          

                          tumpul tusuk gigi

                        -dioleskan hasil korekan

                          pada tetesan di kaca

                          benda

 

 

 

                        -ditutup dengan kaca

                           penutup

                        -diamati dengan

                           mikroskop

                        -ditetesi methylene blue

                           pada salah satu sisi

                           preparat     

                        -Dihisap dengan kertas

                           hisap pada sisi lain

                        -Diamati dengan

                           mikroskop

                        -Pengamatan sel

                          digambar

 

         
   
 
   
 
     

 

 

 

 

 

 

 

–         Diamati dengan mikroskop

–         Digambar

–         Diamati bagian-bagiannya.

 

         
   
 
   
 
     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

–       Diberi setetes air  diatasnya

 

       
   
 
     

 

 

–       Dikupas

–       Disayat epidermisnya

Dengan pisau/silet

–    diletakkan diatas tetesan air pada kaca benda

–    Ditutup dengan kaca penutup

 

 
   

 

 

 

–  diamati dengan mikroskop dengn perbesaran lemah dan kuat

 

           
     
 
   
 
     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diamati dibawah mikroskop dengan pembesaran lemah dan kuat

Digambar dan diberi keterangan bagian-bagiannya

 

       
     
 
   

 

 

 

 

 

 

Diamati dengan

Mikroskop

dengan perbesaran lemah dan kuat

digambar dan diberi keterangan bagian-bagiannya

 

       
     
 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   Diamati dibawah   mikroskop dengan pembesaran lemah dan kuat

Digambar jaringan yang menyusunnya

 

 

 
   

 

 

 

 

 

Analisa Data

F. Pembahasan

            Struktur sel hewan dan sel tumbuhan memiliki beberapa perbedaan dan persamaan sesuai dengan table dibawah ini yaitu

 

No.

SEL TUMBUHAN

SEL HEWAN

1

Protoplasma

Protoplasma

2

Membran sel

Membran sel

3

Nukleus

Nukleus

4

Retikulum endoplasma

Retikulum endoplasma

5

Ribosom

Ribosom

6

Mitokondria

Mitokondria

7

Apparatus golgi

Apparatus Golgi

8

Peroksisom

Peroksisom

9

Mikrotubula/mikrofilamen

Mikrotubula/mikrofilamen

10

Plastida

Lisosom

11

Dinding sel

sentriol

12

Vakuola

Vakuola(kecil/tidak ada)

 

Dari data diatas terlihat bahwa perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan adalah

Sel tumbuhan memiliki dinding sel yang berfungsi sebagai proteksi tubuh dan menjaga bentuk sel, sedangkan sel hewan tidak, sel tumbuhan memiliki plastida yang berfungsi sebagai pembentuk klorofil, sedangkan sel hewan tidak, sel tumbuhan memiliki vakuola sebagai penyimpan cadangan makanan, sedangkan sel hewan tidak kalau ada sangat kecil, sel hewan memiliki sentriol berfungsi sat pembelahan sel, sedangkan sel tumbuhan tidak, sel hewan memiliki lisosom yang berfungsi sebagai pencernaan dalam sel, sedangkan sel tumbuhan tidak.

            Struktur sel darah merah (eritrosit) adalah cairan bikonkaf dengan diameter sekitar 7 mikron. Bikonkavitas memungkinkan gerakan oksigen masuk dan keluar sel secara cepat dengan jarak yang pendek antara membran dan inti sel warnanya kuning kemerahan-merahan, karena di dalamnya mengandung suatu zat yang disebut hemoglobin. Sel darah merah tidak memiliki inti sel, mitokondria dan ribosom, serta tidak dapat bergerak. Sel ini tidak dapat melakukan mitosis, fosforilasi oksidatif sel, atau pembentukan protein. Komponennya terdiri dari: membrane eritrosit, system enzim dan hemoglobin, dengan tugas menyerap karbondioksida(CO2) dan ion hydrogen(H+) serta membawanya ke paru tempat zat-zat tersebut dilepaskan dari hemoglobin.

            Sel darah putih, leukosit adalah sel yang membentuk komponen darah. Sel darah putih ini berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Sel darah putih tidak berwarna, memiliki inti, dapat bergerak secara amoebeid, dan dapat menembus dinding kapiler / diapedesis. Dalam keadaan normalnya terkandung 4×109 hingga 11×109 sel darah putih di dalam seliter darah manusia dewasa yang sehat – sekitar 7000-25000 sel per tetes. Dalam setiap milimeter kubil darah terdapat 6000 sampai 10000 (rata-rata 8000) sel darah putih.

            Osteosit pada lamella yang terluar dari sistem havers memperoleh nutrisi melalui prosesus yang berlanjut kedalam kanalikuli yang halus (kanal yang menghubungkan dengan pembuluh darah yang terletak sejauh kurang dari 0,1 mm) yang berhubungan dengan atrium yang didalamnya terdapat darah yang mengangkut nutrisi. Osteosit sendiri adalah suatu sel dewasa yang terlibat dalam pemeliharaan fungsi tulang dan terletak dalam osteon (unit matrik tulang).

            Berdasarkan pengamatan pada daun Rhoeo discolor dihasilkan bahwa letak stomata adalah di bagian epidermis bawah, dimana tempat tersebut langsung berhubungan dengan lingkungan luar, sehingga sesuai dengan fungsi dari stomata itu sendiri yaitu sebagai penguapan dan respirasi tumbuhan yakni keluar masuknya gas-gas seperti O2 dan CO2.

                Berdasarkan hasil pengamatan, jaringan penyusun daun yang berfungsi sebagai tempat fotosintesis adalah jaringan tiang atau palisade ditempat ini kloroplas terdapat dengan jumlah yang banyak, selain di jaringan palisade juga kemungkinan terjadi di jaringan spons atau jaringan bunga karang karena di tempat ini juga terdapat kloroplas, meskipun dalam jumlah yang relative sedikit.

           

 

 

 

 

 

 

 

arsitektur komputer

1 Apr

ARSITEKTUR KOMPUTER

Komputer adalah serangkaian ataupun sekelompok mesin elektronik yang terdiri dari ribuan bahkan jutaan komponen yang dapat saling bekerja sama, serta membentuk sebuah sistem kerja yang rapi dan teliti. Sistem ini kemudian dapat digunakan untuk melaksanakan serangkaian pekerjaan secara otomatis, berdasar urutan instruksi ataupun program yang diberikan kepadanya.

Di dalam komputer terdapat berbagai komponen yakni komponen input, komponen proses, dan komponen output.

 

 

Gambar skema komputer

1)     Unit Input, memasukkan data ke dalam primary storage.

Jenis-jenis input device antara lain:

a)      Keyboard

     Keyboard merupakan sebuah papan yang terdiri dari tombol-tombol untuk mengetikkan kalimat dan simbol-simbol khusus lainnya yang jumlah seluruhnya adalah 104 tuts.

b)      Mouse

Adalah alat yang berfungsi sebagai petunjuk arah serta mengaktifkan beberapa program dengan jalan mengklik tombol yang ada pada alat tersebut.

c)      Scanner

Scanner adalah suatu alat elektronik yang fungsinya mirip dengan mesin foto kopi.

d)      Mic (Microphone) dan Headphone

Berfungsi untuk merekam atau memasukkan suara yang akan disimpan dalam memori komputer atau untuk mendengarkan suara

e)      Light pen

Digunakan dalam bidang reka bentuk pengeluaran atau CAM (Computer Aided Manufacturing).

 

2)      Central processing unit (CPU), yang mengendalikan semua unit system computer yang lain dan mengubah input menjadi output.

  • Primary storage (penyimpanan primer), berisi data yang sedang diolah dan program.
  • Control unit (unit pengendali), Komponen ini sudah pasti terdapat dalam semua CPU. CPU bertugas mengontrol komputer sehingga terjadi sinkronisasi kerja antarkomponen dalam menjalankan fungsi-fungsi operasinya. termasuk dalam tanggung jawab unit kontrol adalah mengambil intruksi-intruksi dari memori utama dan menentukan jenis instruksi tersebut. Bila ada instruksi untuk perhitungan aritmatika atau perbandingan logika, maka unit kendali akan mengirim instruksi tersebut ke ALU. Hasil dari pengolahan data dibawa oleh unit kendali ke memori utama lagi untuk disimpan, dan pada saatnya akan disajikan ke alat output.
  • Register merupakan alat penyimpanan kecil yang mempunyai kecepatan akses cukup tinggi, yang digunakan untuk menyimpan data dan/atau instruksi yang sedang diproses. Memori ini bersifat sementara, biasanya digunakan untuk menyimpan data saat di olah ataupun data untuk pengolahan selanjutnya.
  • Arithmatika   and   logical Unit(ALU), yang bertugas untuk melakukan operasi aritmetika dan operasi logika berdasar instruksi yang ditentukan. ALU sering di sebut mesin bahasa karena bagian ini ALU terdiri dari dua bagian, yaitu unit arithmetika dan unit logika boolean yang masing-masing memiliki spesifikasi tugas tersendiri. Tugas utama dari ALU adalah melakukan semua perhitungan aritmatika yang terjadi sesuai dengan instruksi program.

3)     Secondary storage    (penyimpanan sekunder),    menyedikan tempat   untuk menyimpan program dan data saat tidak digunakan.

4)     Unit Output, mencatat hasil pengolahan.

Jenis-jenis output antara lain:

a)      Monitor

Monitor merupakan alat keluaran yang memberikan tampilan  visual kepada pengguna komputer.

b)      Infocus
     Fungsinya adalah untuk menampilkan gambar/visual hasil pemrosesan data. Hanya saja, infocus memerlukan objek lain sebagai media penerima pancaran signal-signal gambar yang dipancarkan.

c)       Printer

     Printer adalah perangkat output yang digunakan untuk menghasilkan cetakan dari komputer ke dalam bentuk kertas.

d)         Speaker

              Speaker merupakan perangkat keluaran yang menghasilkan suara, di mana suara tersebut sebelumnya telah diolah dalam sound card (kartu suara).

Penentuan volume molar gas hidrogen

1 Apr

 

PENENTUAN VOLUME GAS MOLAR HIDROGEN

 

MAKALAH

Untuk memenuhi tugas mata kuliah praktikum kimia

yang dibina oleh  Drs. Darsono Sigit M.Pd

 

 

 

 

Oleh kelompok 8:

  1. Diyan Kurnia A  110321419518
  2. Zainul mustofa   110321419526
  3. Siti Nur K           110321419538

 

 

 

 

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMUPENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

DESEMBER 2011

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

 

     Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberi segala rahmat dan hidayahnya serta nikmatnya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “ penentuan volume molar gas hydrogen”.

     Terima kasih kepada orang tua kami yang telah memberi kami semangat, dorongan dan bantuan dana untuk belajar hingga saat ini, agar kami dapat mencapai cita-cta yang kami inginkan.

     Terima kasih kepada bapak Sigit dan semua asisiten dosen praktikum kimia yang telah memberi pengarahan dan pembelajaran dengan sabar dan ikhlas, serta semua pihak yang telah mendukung dalam penyelesaian tugas makalah ini yang tidak dapat kami sebutkan sau per satu.

      Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan khususnya bagi penulis.

 

                                                                                   

                                                                                                 Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Benda-benda di alam raya ini dapat digolongkan menjadi tiga golongan, diantaranya:

a. Zat padat

b. Zat cair

c. gas                               

Gas dapat dimampatkan dalam tempat tertutup, tetapi kalau dia dimasukkan kedalam tempat yang lebih besar dari volume semula, dia dapat mengisi tempat itu secara merata. Dimana gas mempunyai sifat-sifat khusus antara lain:

a. Peka terhadap perubahan temperature

b. Peka terhadap perubahan tekanan

Robert Boyle menyelidiki perubahan volume suatu gas pada temparatur tetap dengan tekanan yang berubah-ubah. Dari hasil penyelidikan didapatkan bahwa pada temperature tetap, volume gas akan berubah kalau tekanannya diubah. Dari ketentuan diatas maka dapat dijabarkan dalam persamaan berikut:

P1V1 = P2V2

Berlainan dengan Boyle maka Charles menyelidiki sifat-sifat gas pada tekanan tetap. Dari hasil-hasil penyelidikannya didapatkan bahwa perbandingan volume gas sesuai dengan perbandingan temperature absolutnya. Bila ketentuan tersebut dijabarkan akan didapatkan persamaan:

1. Pada tekanan (P) dibuat tetap

= atau V1 : T2 = V2 . T1 = K’ (konstan)

 

= atau P1 : T2 = P2 . T1 = K’ (konstan)

Volume molar gas hidrogen merupakan volume 1 mol gas yang diukur pada keadaan standar (STP),yaitu pada suhu 0⁰C dan tekanan 1 atm. Volume molar  setiap gas pada keadaan standar adalah 22,4 l. Avogadro menyatakan bahwa gas yang mempunyai volume, tekanan dan temperature yang sama akan berisi jumlah mode yang sama pula.
Dari hukum Avogadro tersebut, dinyatakan bahwa pada temperature dan tekanan yang sama setiap 1 mol gas akan mempunyai volume yang sama. Artinya kalau mol dipakai sebagai satuan kwantitas gas, maka 1 mole setiap gas akan mempunyai persamaan ;

 P.V = R.T

Dalam persamaan ini V adalah volume 1 mol gas. Bila banyaknya mol gas n (≠ 1 mol) dimasukkan dalam persamaan maka persamaan gas akan menjadi:
P.V = n.R.T
Dimana V menyatakan volume dari n mol gas.

Penentuan volume molar gas hidrogen berfungsi untuk memudahkan pengukuran ruang yang ditempati oleh 1 mol gas dengan  menentukan volum sejumlah mol gas agar lebih mudah diukur dengan berat yang  dapat ditimbang dan tekanan yang dapat diukur. Dalam percobaan ini, kita akan menentukan volume molar gas hidrogen dari reaksi pita magnesium dan larutan asam klorida.

  1. Tujuan

Menentukan volume molar gas hidrogen dari reaksi pita magnesium (Mg) dan asam klorida (HCl) pada keadaan standar.

  1. Rumusan Masalah
    1. Apa yang dimaksud dengan volume molar gas hidrogen?
    2. Bagaimana metode yang digunakan dalam penentuan volume molar gas hidrogen?
    3. Data apa saja yang diambil pada percobaan?
    4. Bagaiman analisis datanya?
    5. Kesalahan apa saja yang mungkin terjadi pada percobaan ini?

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Volume molar gas hydrogen adalah volume gas hydrogen pada suhu 0oC dan tekanan 1 atm yaitu dengan volume 22,4 Liter
  2. Menggunakan metode pendesakan air, dimana gas hydrogen yang dihasilkan dari reaksi logam yang berada di samping kiri deret volta dengan asam pekat. Air yang terdesak adalah volume gas hydrogen.
  3. Tabel hasil percobaan volume molar gas hydrogen

Indikator

Percobaan 1

Percobaan 2

Rata-rata

Berat Mg

0,01 gram

0,01 gram

0,01 gram

Volume HCl 2 M

25  ml

25 ml

25 ml

Volume H2

8,5 ml

8 ml

8,25 ml

Temperatur

301 K

300,5 K

300,75 K

Tekanan H2O

28,359 mmHg

27,542 mmHg

27,950 mmHg

 

0,037 atm

0,036 atm

0,036 atm

Tekanan Barometer

760 mmHg

760 mmHg

760 mmHg

 

  1. Analisa data

 

P H2 =  P barometer – P H2O

        =  760 mmHg – 27,95 mmHg

        = 732,05 mmHg

        = 732,05 mmHg x 1 atm

760     mmHg

                    = 0,963 atm

     Percobaaan Reaksi

    Mg(s)   +  2 HCl (aq)                 MgCl2(aq)   +    H2(g)

   Dari persamaan reaksi di atas dapat diketahui bahwa koefisien Mg dan H2 sama, sehingga jumlah mol kedua zat sama. Maka, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :  n Mg =  n H2

            massa Mg = n H2

                Mr

               0,01       =  n H2

                 24

    4,17 x 10-4 mol= n H2

 

 

Mol Hsejumlah  4,17 x 10-4 mol dalam volume 8,5 ml, maka

  Volume 1 mol H =      8,5

                                    4,17 x 10-4    

                                 =  2,038 x 10ml

                                =  20,38 Liter (volume pada percobaan)

 

  secara teoritis untuk menghitung volume standar pada suhu 0 oC atau 273 K dengan tekanan 1 atm, digunakan hukum boyle- gay lussac.

PV = nRT        PV = nR

                         T

                    P H2 . V H2             =    P H2 . V H2

                        T H2         STP             T H2         PERCOBAAN

 

            760 atm . 22,4  liter  =        732,05 atm.  V H2

                        273 K                         300,75 K

 

                                    V H=  300,75 K . 760 atm . 22,4 liter

                                                         732,05 atm. 273 K

                                             =    5119968   atm Kliter

                                                   199849,65 atm K

                                            =  25,62 liter (volume pada teori)

    

 

 

 

 

 

  Maka, kesalahan percobaan dapat di tentukan sebagai berikut:

        Kesalahan =  volume teori – volume percobaan    x 100%

                                          volume teori

                         =  25,62 liter –  20,38 liter  x 100 %

                                   25,62 liter

                         = 5,24   x 100 %

                            25,62

                         = 20,45 %

 

Jadi, dari hasil percobaan didapatkan harga volume molar gas hidrogen sebesar 20,38 dengan kesalahan 20,45%

 

 

 

 

 

 

 

 

  1.  Dalam menentukan harga satu mol gas hydrogen, reaksi yang terjadi pada percobaan harus di tuliskan, yaitu sebagai berikut :

             Mg(s)   +  2 HCl (aq)                 MgCl2(aq)   +    H2(g)

            Dari reaksi diatas terlihat bahwa harga koefisien magnesium dalam padatan sama dengan koefisien gas hydrogen, ini menunjukkan bahwa jumlah mol magnesium sama dengan hydrogen.

           Untuk mencari harga volume molar digunakan hukum boyle – gay lussac yaitu sebagai berikut:

                      PV    =  nR

                         T

Dengan n adalah jumlah mol dan R adalah ketetapan yang harganya 0,082 atm L/mol K maka, didapatkan rumus baru yakni sebagai berikut:

 

 

       
       

 

                    P H2 . V H2             =    P H2 . V H2

                        T H2         STP             T H2         PERCOBAAN

                Dari hasil analisa data dihasilkan harga volume molar gas hydrogen dalam percobaan adalah 20,38 Liter, harga ini berbeda dengan teori yang harganya 25,62 sehingga, menghasilkan ralat sebesar 20,45 %

                 Hal ini dikarenakan ada beberapa kesalahan yakni sebagai berikut :

  • Kurang teliti dalam membaca tabung gelas ukur
  • Air penahan yang berada diluar tabung terlalu banyak, sehingga                                                                                                    mempengaruh hasil
  • Kurang sempurnanya ada tidaknya gelembung sebelum reaksi dimulai
  • Kondisi lingkungan percobaan yang tidak sesuai dengan keadaan standard

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PERTANYAAN DAN JAWABAN PERTANYAAN

 

  1. Apa penyebab perbedaan antara volume molar gas hydrogen teori yang berasal dari buku dan percobaan?

 

Jawab: karena keadaan lingkungan yang tidak sesuai dengan percobaan yang dilakukan dalam menentukan volume molar gas hydrogen, seharusnya dilakukan pada suhu 0o C dan tekanan 1 atm sedangkan percobaan di laboratorium pada suhu 25oC dengan tekanan 1 atm. Selain itu, di mungkinkan terjadinya kesalahan-kesalahan pada saat percobaan.

 

  1. Selain menggunakan Mg dan HCl untuk menghasilkan gas H2, apa cara lain untuk menghasilkannya?

 

Jawab: yaitu dengan mereaksikan antara logam-logam yang berada disamping kiri H dalam deret volta yang meliputi gol IA, IIA, IIIA,Mn,Ni,Sn,Pb dengan larutan asam pekat seperti H2SO4, HNO3, dan CH3COOH.

 

  1. Mengapa untuk mencari harga tekanan gas H2 dengan cara pengurangan tekanan barometer oleh tekanan air?

 

Jawab: karena pada saat percobaan gelas ukur yang didalamnya terjadi reaksi yang menghasilkan hydrogen, alatnya di celupkan pada air sehingga air mempengaruhi tekanan dari system tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

PENGGUNAN MATERI PENETUAN VOLUME GAS MOLAR DALAM FISIKA

   Dalam penentuan volume gas molar hydrogen tidak lepas dari penerapan hukum boyle-gay lussac yang dipelajari dalam termodinamika dalam ilmu fisika.

  Penerapan hukum termodinamika I ini terlihat pada:

  1. Mesin uap
  2. Mesin mobil
  3. Saat pemompaan ban sepeda

Dimana saat peristiwa tersebut tekanan(P), suhu mutlak(T), dan volume gas(V) akan berubah jika salah satu di konstankan. Sesuai dengan hukum boyle-gay lussac.

 

 

BAB III

PENUTUP

 

 

  1. Kesimpulan
    1. Volume molar gas hydrogen adalah volume gas hydrogen pada suhu 0oC, tekanan 1 atm 
    2. Metode yang digunakan adalah metode pendesakan air oleh gas hydrogen
    3. Data yang diambil dalam percobaan massa Mg, Volume HCl 2M, Volume H2,  temperature, tekanan H2O, dan tekanan Barometer.
    4. Dari hasil analisa data dihasilkan harga volume molar gas hydrogen dalam percobaan adalah 20,38 Liter, harga ini berbeda dengan teori yang harganya 25,62 sehingga, menghasilkan ralat sebesar 20,45 %
    5. Kesalahan terjadi pada keadaan lingkungan.
    6. Saran
      1. Usahakan tidak ada gelembung pada saat tabung reaksi dibalik
      2. Teliti dalam membaca volume air yang terdesak

        

CBSA

1 Apr

MAKALAH

STRATEGI DAN PROSES BELAJAR MENGAJAR

PENDIDIKAN NASIONAL MASA DEPAN

makalah ini di buat untuk memenuhi

tugas pengantar pendidikan

 

 

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

                                                                       Dosen Pembimbing:

Drs.Usep Kustiawan,M.Sn

 

Kelompok  12

Anggota :

              1. Diyan Kurnia A      110321419518

                                                                 2. Zainul Mustofa       110321419526

 

 

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

DESEMBER 201

 

KATA PENGANTAR

              

 

               Puji syukur kepada ALLAH SWT atas rahmat, taufik dan nik’matnya kepada semua makhluqnya. Oleh karena itu, kami dapat menyelesaikan makalah ini meskipun kami menyadari masih ada kekurangan.

               Kedua kalinya terima kasih kepada orang tua kami yang telah memberi kami motivasi untuk menuntut ilmu sebanyak – banyaknya.sehingga, kami bersemangat untuk belajar dengan tekun.

               Ketiga kalinya kami ucapkan terima kasih kepada bapak usep kustiawan yang membimbing kami untuk menyelesaikan makalah ini.

               Kami sebagai penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih ada kekurangan baik dalam segi isi dan penyajian . untuk itu kami mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun. Semoga dengan terselesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan terutama bagi penulis.

 

 

 

                                                                                                                     penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah hak setiap warga negara di dunia. Pendidikan sangat diperlukan pada saat ini maupun masa depan. Seiring dengan perkembangan zaman, perkembangan pendidikan yang dilaksanakan juga semakin maju. Namun, perkembangan pendidikan yang semakin maju tidak disertai dengan meningkatnya kualitas pendidikan terutama di Indonesia. Ini dibuktikan antara lain dengan data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index), yaitu komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan, dan penghasilan per kepala yang menunjukkan, bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Di antara 174 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke-102 (1996), ke-99 (1997), ke-105 (1998), dan ke-109 (1999).

Menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. Data yang dilaporkan The World Economic Forum Swedia (2000), Indonesia memiliki daya saing yang rendah, yaitu hanya menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia. Dan masih menurut survai dari lembaga yang sama Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia.

Di indonesia kualitas pendidikan Indonesia yang rendah itu juga ditunjukkan data Balitbang (2003) bahwa dari 146.052 SD di Indonesia ternyata hanya delapan sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Primary Years Program (PYP). Dari 20.918 SMP di Indonesia ternyata juga hanya delapan sekolah yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Middle Years Program (MYP) dan dari 8.036 SMA ternyata hanya tujuh sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Diploma Program (DP).

Kondisi pendidikan sekarang ini di indonesia masih menggunakan strategi pada zaman kolonial yaitu dengan sistem verbal murid hanya mendengarkan dan menghafal . mereka tidak di ajak untuk berfikir mengenai masa depannya nanti.sistem ini belum dapat menghasilkan siswa dan tenaga terdidik yang memilki kualitas dan kuantitas yang memadai, untuk mengembangkan dan mengelola sumber daya alam di indonesia yang melimpah.padahal, masa depan adalah suatu masa yang sangat kompleks yang memperlibatkan kesemerawutan dalam semua bidang baik ekonomi , sosial maupun moral.

Kondisi hampir semua lembaga pendidikan di indonesia dalam semua bidang tidaklah baik bahkan kurang . hal ini dapat dibuktikan dengan pendidikan nilai, masih ada siswa yang melanggar nilai pergaulan seperti berpacaran dan pergaulan bebas yang berujung pada kehamilan.

Memang sudah banyak yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatan pendidikan , mulai dari pengembangan prasarana dan sarana hingga perbaikan kurikulum.antara lain dengan membuat sekolah percobaan project yang akan menjadi pengendali dalam pendidikan di bawahnya , yang terbebankan pada IKIP di indonesia . namun, percobaan ini belum berhasil karena pergantian periode kepemimpinan pendidikan selalu membawa perubahan sistem yang masih berjalan. Dimulai dengan sistem yang mengedepankan aspek nilai, humaniora, matematik,hingga teknologi.

Kurikulum yang sedang berjalan pada saat sekarang ini di indonesia, belum mampu menumbuhkan jiwa nasionalisme dan patriotisme, bahkan hanya dapat mendidik siswa untuk berkembang hanya pada masa itu saja, padahal kehidupan berlangsung lebih lama hingga mati.dan juga dalam pembelajaran tenaga pendidik besifat subjek pendidikan padahal seharusnya sebagai fasilitator , sedangkan siswa sebagai objek pendidikan padahal seharusnya sebagai subjek pendidikan.

 

  1. Rumusan Masalah

1. Bagaimana strategi pendidikan masa depan?

2. Bagaimana proses belajar-mengajar dalam pendidikan nasional masa depan?

 

  1. Tujuan Penulisan

Penulisan makalah ini bertujuan untuk :

  1. Mengetahui bagaimana strategi pendidikan masa depan
  2. Mengetahui bagaimana proses belajar-mengajar dalam pendidikan nasional masa depan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.Strategi Pendidikan Masa Depan

Pendidikan amat berperan terhadap keunggulan suatu bangsa. Misalnya, bangsa Sparta 1000 tahun sebelum Masehi. Pada masa itu, bangsa-bangsa yang mendiami Balkan hidup terpencar dalam kota-kota kecil yang terpisah oleh gunung dan pulau-pulau. Mereka senantiasa dilanda perang antara sesamanya. Oleh karena itu, bangsa Sparta di bawah pimpinan Lycurgus, seorang pendidik, membangun kekuatan dengan sistem pendidikan militer yang keras sejak anak berusia 10 tahun. Akhirnya, Sparta disegani bangsa-bangsa di sekitarnya. Tentu saja strategi dan program pendidikan itu didukung oleh sistem sosial secara konsisten. Kemudian, “Pendidikan Sparta” menjadi amsal bagi pendidikan dengan disiplin keras.

Lain lagi dengan Jepang. Ketika mereka sadar telah tertinggal jauh dari bangsa Eropa, seperti Sparta juga, Jepang mengubah strategi pendidikan dengan tujuan mengejar ketertinggalan itu. Mereka melaksanakan program pendidikan yang ketat dan konsisten, ditunjang oleh seluruh kekuatan sosial dan ekonomi. Berbeda dengan Sparta, Jepang bukan hanya membangun kekuatan militer, melainkan juga membangun kekuatan ekonomi dan industri. Apa saja yang ada di Eropa mereka tiru. Sejak dari sistem tata negara, militer, industri, pendidikan, bahkan cara berpakaian pun. Namun, ada satu hal yang mereka pertahankan, yaitu kesadaran bahwa mereka adalah bangsa Jepang yang memiliki tradisi samurai yang sakral, yang terpelihara lebih dari 1000 tahun. Seperti Sparta juga, dengan kekuatan militernya Jepang menjarahi bangsa-bangsa sekitarnya. Meski akhirnya kekuatan militernya terkalahkan, semangat yang tertanam oleh sistem pendidikan yang strategis itu, Jepang tetap tampil sebagai bangsa yang kuat di bidang ekonomi.

        Lain lagi dengan Negara Indonesia.  Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai suku, ras , agama, dan sejumlah watak yang telah berkembang turun temurun kepada masyarakat yang bermukim di suatu wilayah tertentu di indonesia. Hal ini membuktikan bahwa didalam jati diri semua rakyat indonesia terpendam sejumlah karakter , kemampuan yang sangat baik dan dibutuhkan sendiri oleh rakyat indonesia.

 Masyarakat masa depan indonesia sudah barang tentu memiliki kekomplekan kebutuhan.mulai dari kebutuhan nilai dalam masyarakat, sosial , ekonomi , dan teknologi. Maka, strategi yang cocok bagi peserta didik  untuk menghadapi dan bertahan serta menaklukan masa depan haruslah yang berorientasi pada terbentuknya individu yang mampu menghadapi permasalahan tersebut.

 

Toffler (1970) menyebutkan masyarakat masa depan adalah masyarakat superindustrial. Untuk menciptakan pendidikan superindustrial, perlu ditentukan alternative masa depan. Alternatif yang bermuatan asumsi tentang jenis pekerjaan, profesi yang diperlukan antara 20-50 tahun yang akan dating. Dengan asumsi tersebut dapat dirumuskan ketrampilan, kognitif, dan afektif yang dibutuhkan manusia masa depan untuk menghadapi akselerasi perubahan (Toffler,1970).

Menurut tilaar (1993) bahwa ada 10 kecenderungan pengembangan pendidikan masa depan indonesia yaitu:

  1. Pemerataan pendidikan

Disini pemerintah mendapat tugas berat untuk memeratakan pendidikan di seluruh wilayah negar kesatuan republik indonesia . seharusnya, sarana prasarana di wilayah yang terpencil mendapatkan hak yang sama dengan di wilayah kota sehingga, proses pembelajaran tidak terganggu oleh hal – hal yang bersifat geografis.

  1. Kurikulum yang relevan dengan pembangunan nasional

Disini LPMP mendapat tugas untuk memberi masukan dan penelitian keadaan pendidikan agar kebutuhan pendidikan di indonesia berjalan dengan baik .

  1. Proses belajar mandiri

Disini peserta didik tidak harus diajak belajar dengan sistem verbal, yaitu pendidik sebagai subjek dan peserta didik sebagai objek tetapi pendidik sebagai fasilitator sedangkan peserta didik sebagai subjek proses pembelajaran.

  1. Tenaga pendidik yang profesional

Haruslah pendidik memiliki kemampuan yang tinggi terhadap bidang yang mereka tekuni dan minimal mempunyai keahlihan khusus dalam bidang tertentu.

  1. Pendidikan dan pelatihan yang terpadu

Haruslah proses pembelajaran dan pelatihan memiliki keseimbangan dalam porsi pemberian waktu. Sehingga , hasil yang dicapai seoptimal mungkin.

  1. Pendidikan tinggi sebagai partner in progres

Diharapkan perguruan tinggi meneliti dan selalu mencari titik temu dan terobosan serta strategi yang efektif untuk perkembangan pendidikan di bawahnya yang meliputi SMA,SMP dan lembaga pendidikan dibawahnya.

  1. Pendidikan berkelanjutan

Dalam artian proses belajar selalu terus berjalan hingga manusia mati. Sehingga ilmu tidak akan pernah luntur atau bahkan hilang ketika dibutuhkan.

  1. Pembiayaan yang memadai

Haruslah pemerintah maupun peseta didik  memenuhi seluruh administrasi  agar proses pendidikan berjaln dengan lancar. Disini kesadaran akan pentingnya biaya dibutuhkan , yang kaya membayar lebih mahal dibandingkan yang kurang mampu lebih murah.

  1. Partisipasi masyarakat

Kepedulian masyarakat akan pentingnya pendidikan sangat diperlukan karena tanpa masyarakat yang berpartisipasi semua ini tidak ada artinya.

  1. Managemen pendidikan yang efektif

Pengaturan dan keteraturan dalam penyelenggaraan mutlak sangat diperlukan, karena tanpa itu akan terjadinya kesemerawutan pendidikan yang akan berdampak pada pembuangan waktu dan kegiatan tanpa hasil .

Naisbitt (1990) menekankan pentingnya pendidikan nilai bagi pendidikan masa depan. Hal ini dilatari oleh kecenderungan masa depan yang ditandai oleh berkembangnya bioteknologi. Kecenderungan di bidang bioteknologi ditandai keberhasilan ilmuwan dalam memecahkan masalah DNA (deoxyribonucleaid acid). Di bidang pertanian dikembangkan varietas unggul, demikian pula di bidang peternakan. Bagaimana kemungkinan menemukan varietas unggul untuk manusia?

Masa depan adalah masa yang komplek bahkan kaum futurology sudah tidak sanggup lagi untuk meramalkan hari depan (Soedjatmoko, dalam Oetomo, 1990). Kalau demikian halnya, pendidikan masa depan harus mampu mendidik individu yang mampu menghadapi kekomplekan masa depan. Tujuan pendidikan diarahkan untuk mewujudkan manusia yang dapat mengikuti keadaan masa depan. Tujuan pendidikan bukan diarahkan untuk melahirkan individu yang terpragmentasi dalam bidang-bidang spesialisasi. Melainkan dapat mewujudkan individu yang utuh, sebagaimana yang terumus dalam tujuan pendidikan, dalam Undang-Undang No.2  Tahun 1989 tersebut, dijelaskan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah (1) mencerdaskan kehidupan bangsa, dan (2) mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, sehat jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Akibat akselerasi perubahan, ilmu pengetahuan cepat menjadi using, dan ditunjang pula bertambahnya jangka hayat hidup manusia, menyebabkan banyak keterampilan yang telah dipelajari menjadi tidak lagi relevan. Oleh karena itu, pendidikan di masa superindustrial di masa  depan harus menerapkan strategi life long education yang dimulai dan diakhiri sesuai kebutuhan ( Tofler,1987). Tentu saja hal ini akan berimplikasi pada perubahan kurikulum dan komponen-komponen lain dalam system pendidikan.

Kurikulum dalam rangka pendidikan seumur hidup, perlu menawarkan pendidikan inti yang efektif yang diperlukan untuk belajar seumur hidup.  Menurut skager dan dave (1977) kriteria kurikulum dalam rangka mendukung pendidikan seumur hidup adalah :

  1. Kurikulum sekolah harus menganggap belajar sebagai proses yang terus – menerus,

Sekolah hanya memberikan dasar – dasar ilmu pengetahuan sedangkan pengembangan dan penggunaannya manusia sendiri yang mencarinya.

  1. Kurikulum sekolah harus harus di pandang dalam kontek belajar di rumah , masyarakat , dan tempat belajar,

Proses pembelajaran dan pengamalan serta pendalaman materi lebih lanjut tidak hanya dilakukan di sekolah saja tetapi juga di masyarakat dan tempat lain.

  1. Kurikulum sekolah mengakui interrelasi beberapa subjek studi,

Hubungan antara studi satu dengan yang lain pasti ada dan mereka tidak dapat dipisahkan jadi dalam pembelajaran semua itu perlu untuk di kaji semua tidak ada yang dikalahkan.

  1. Kurikulum sekolah harus mengakui sekolah sebagai salah satu agen dalam menyajikan pendidikan dasar

Sekolah mengakui bahwa sekolah hanya salah satu, bukan satu satunya lembaga pendidikan yang memberi ilmu.tetapi masih banyak tempat manusia untuk belajar selain di sekolah seperti di masyarakat, keluarga , lingkungan tempat tinggal dan lain – lain.

  1. Kurikulum sekolah perlu menekankan otodidak,

Seluruh studi hanya mengajarkan permasalahan yang tertera dalam kurikulum , dan tidak menyeleweng ke permasalahan lain.

  1. Kurikulum sekolah mengingat kebutuhan individu

Perangkat pengajaran harus bisa menghormati hak hak manusia.

 

B. Proses Belajar-Mengajar dalam Pendidikan Nasional Masa Depan

Proses belajar untuk menghadapi perubahan menurut Biggs(1973) adalah (1) proses untuk memiliki dan mengalokasikan informasi, (2) proses untuk memiliki keterampilan tingkat tinggi menggenalisisir, (3) proses memiliki strategi umum untuk memecahkan problema, (4) proses menetapkan tujuan belajarnya sendiri, (5) proses mengevaluasi hasil belajarnya sendiri, (6) motivasi yang tepat dan, (7) proses memiliki konsep dan yang tepat (Biggs,1977 dalam Cropley).

Dalam rangka pendidikan masa depan, anak perlu diarahkan untuk pencapaian optimalisasi proses belajar. Di tinjau dari sudut psikologi proses belajar optimal memerlukan perkembangan domain intelektual, kognitif, motivasi dan sosio afektif. Terjadinya keterkaitan di bidang intelektual dan kognitif, dimana pengetahuan dasar saat ini merupakan dasar (prerequisite) untuk mengembangkan kognitif tingkat yang lebih tinggi. Dalam kerangka itu, anak harus diperlengkapi dengan teknik-teknik untuk mendapatkan pengetahuan dan didasarkan akan sumber-sumber pengetahuan diluar guru dan sekolah. Dan yang lebih penting dari itu,mereka harus terampil untuk menggunakan pengetahuan untuk memecahkan masalah-masalah belajar.

Dalam rangka optimasi proses belajar, anak harus mempunyai motivasi belajar yang tinggi. Anak harus mampu mengembangkan kemampuannya untuk belajar dalam berbagai teknik dan setting belajar. Anak harus dapat menemukan sendiri pengetahuannya dan mengolah pengetahuannya itu, dan dengan terampil dapat memanfaatkannyauntuk memecahkan masalah. Anak dapat belajar dengan strategi dan setting, misalnya belajar perorangan, kelompok dan seterusnya. Anak telah mempunyai (1) ketrampilan belajar, seperti ketrampilan membaca, menulis, mengamati dan mendengarkan, komunikasi verbal da non verbal, (2) ketrampilan dasar intelektual seperti mengadakan dasar penalaran, berpikir kritis, dan menafsirkan data, (3) ketrampilan menggunakan bermacam-macam alat belajar seper[ti media cetak, media masa dan berbagai instruksional material, (4) kemampuan mengidentifikasi kebutuhan belajarnya. Pendek kata untuk menunjang proses pembelajaran optimal, anak dituntut mempunyai hal-hal sebagai berikut:

  1. Kemampuan mendapatkan dan menggunakan informasi.
  2. Ketrampilan intelektual dan kognitif yang tinggi.
  3. Kemampuan belajar melalui berbagai strategi dan setting belajar.
  4. Kemampuan menilai hasil belajar sendiri.
  5. Memiliki motivasi belajar yang tinggi.
  6. Adanya pemahaman diri sendiri.

Kegiatan belajar anak dalam rangkat tersebut di atas, harus diarahkan kepada peningkatan cara belajar siswa aktif. Melalui cara belajar aktif tersebut, anak dapat berkembang kemampuan dan keinginannya untuk belajar secara mandiri. Dengan CBSA anak mampu belajar dalam arti yang sebenarnya. Anak dapat memproses dan menggunakan pengetahuan sebagai dasar untuk  mengembangkan pengetahuan dalam berpikir kritis, kreatif dan penalaran yang tinggi.

Peningkatan kadar CBSA dalam kegiatan pembelajaran, berarti menuntut penggunaan strategi dan metode pembelajaran secara kaya dan beraneka ragam. Penerapan berbagai metode pembelajaran secara self directed learning (dapat mengarahkan dirinya sendiri untuk belajar) dan interlearning (belajar sesama teman).

Penerapan CBSA dalam proses pembelajaran bertumpu pada sejumlah rasional. Yang terpenting diantaranya ialah rasional yang berkaitan langsung dengan upaya perwujudan tujuan utuh pendidikan serta karakteristik manusia dan masyarakat masa depan Indonesia yang dikehendaki.

Dewasa ini, seperti diketahui, kita telah memasuki ambang “masyarakat belajar”, yaitu masyarakat yang menghendaki pendidikan seumur hidup. Dalam latar pendidikan seumur hidup, proses belajar mengajar di sekolah seyogyanya mengemban misi utama, yaitu membelajarkan peserta didik sehingga pada saatnya nanti peserta didik memiliki kemampuan untuk belajar mandiri sebagai basis dari pendidikan seumur hidup.

Sebagaimana telah diungkapkan bahwa meskipun telah lama dipahami bahwa belajar memerlukan keterlibatan secara aktif orang yang belajar, kenyataan masih menunjukkan kecenderungan yang berbeda. Dalam proses pembelajaran masih tampak adanya kecenderungan meminimalkan peran dan keterlibatan siswa. Dominasi guru dalam proses pembelajaran menyebabkan siswa lebih banyak berperan sebagai peserta pasif. Proses pembelajaran sebagaimana digambarkan, jelas tidak mungkin mampu mempersiapkan peserta didik untuk mampu bersaing dalam kehidupan dan menyesuaikan diri terhadap berbagai tantangan yang makin berat. Pembelajaran seyogyanya diorientasikan pada pembentukan kemampuan bersikap dan berfikir kritis dibangun di atas konsep-konsep dari sistem filosofis yang kuat, dilakukan melalui proses pengajaran yang memberikan berbagai peluang dan pengalaman yang bermakna.

Secara umum, esensi tujuan pendidikan, menurut T. Raka Joni (1980) adalah pembentukan manusia yang bukan hanya dapat menyesuaikan diri hidup di dalam masyarakatnya, melainkan lebih dari pada itu, mampu menyambung bagi penyempurnaan masyarakat itu sendiri. Ini berarti bahwa para lulusan suatu lembaga pendidikan bukan hanya menghayati dan menginternalisasi nilai-nilai yang hidup di dalam masyarakatnya, akan tetapi juga, apabila itu diperlukan, juga mampu mendeteksi kekurangan-kekurangannya sehingga memungkinkan penyempurnaannya.

Pendekatan CBSA dapat diterapkan dalam pembelajaran dalam bentuk-bentuk : 1) Pemanfaatan waktu luang, 2) pembelajaran individual, 3) belajar kelompok, 4) bertanya jawab, 5) belajar mandiri.

Beberapa diantaranya akan diuraikan di bawah ini :

1) Pemanfaatan waktu luang.  Pemanfaatan waktu luang di rumah oleh siswa memungkinkan dilakukannya kegiatan belajar aktif, dengan cara menyusun rencana belajar, memilih bahan untuk dipelajari, dan menilai penguasaan bahan bahan sendiri. Jika pemanfaatan waktu tersebut dilakukan secara seksama dan berkesinambungan akan memberikan manfaat yang baik dalam menunjang keberhasilan belajar di sekolah.

2)Pembelajaran individual. Pembelajaran individual adalah pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik perbedaan individu tiap siswa, seperti : minat abilitet, bakat, kecerdasan, dan sebagainya. Guru dapat mempersiapkan/ merencanakan tugas-tugas belajar bagi para siswa, sedang pilihan dilakukan oleh siswa masing-masing, dan selanjutnya tiap siswa aktif belajar secara perseorangan. Teknik lain, kegiatan belajar dilakukan dalam bentuk kelompok, yang terdiri dari siswa yang memiliki kemampuan, minat bakat yang sama.

3) Belajar kelompok. Belajar kelompok memiliki kadar CBSA yang cukup tinggi. Teknik pelaksanaannya dapat dalam bentuk kerja kelompok, diskuis kelompok, diskusi kelas, diskusi terbimbing, dan diskusi ceramah. Dalam situasi belajar kelompok, masing-masing anggota dapat mengajukan gagasan, pendapat, pertanyaan, jawaban, kritik dan sebagainya. Siswa aktif berpartisipasi, berelasi dan berinteraksi satu dengan yang lainnya.

4)Bertanya jawab. Kegiatan tanya jawab antara guru dan siswa, antara siswa dengan siswa, dan antar kelompok siswa dengan kelompok lainnya memberikan peluang cukup banyak bagi setiap siswa belajar aktif. Kadar CBSA-nya akan lebih besar jika pertanyaan-pertanyaan tersebut timbul dan diajukan oleh pihak siswa dan dijawab oleh siswa lainnya. Guru bertindak sebagai pengatur lalu lintas atau distributor, dan dianggap perlu guru melakukan koreksi dan perbaikan terhadap pertanyaan dan jawaban-jawaban tersebut.

5) Belajar Inquiry/ Discovery (Belajar Mandiri). Dalam strategi belajar ini, siswa melakukan proses mental intelektual dalam upaya memecahkan masalah. Dia sendiri yang merumuskan suatu masalah, mengumpulkan data, menguji hipotesis, dan menarik kesimpulan serta mengaplikasikan hasil belajarnya. Dalam konteks ini, keaktifan siswa belajar memang lebih menonjol, sedangkan kegiatan guru hanya mengarahkan, membimbing, memberikan fasilitas yang memungkinkan siswa melakukan kegiatan inkuirinya.

Pengambilan bagian secara aktif dalam kegiatan belajar oleh anak dapat meningkatkan keterlibatan mental, emosional anak disamping keterlibatan fisik. Keterlibatan mental intelektual dan emosional sekaligus berarti pembangkitan motivasi. Menghadapi tuntutan pendidikan masa depan, peranan guru dalam proses pembelajaran optimal perlu disesuaikan dengan tuntutan perlunya proses belajar optimal.

Peranan guru dalam proses belajar optimal memiliki berbagai bentuk sesuai dengan pengaruhnya terhadap sikap, struktur motivasi dan ketrampilan kognitif anak. Di dalam domain sikap, tugas guru membantu anak untuk mengambil sikap yang kreatif dalam proses pembelajaran. Membantu anak untuk berpikir kritris dalam menghadapi masalah-masalah agar dapat mengatasi secara efektif dan efisien. Membantu anak untuk memperoleh pengalaman. Di dalam motivasi, tugas guru adalah membangkitkan anak dalam proses belajar dan membangkitkan keinginan anak untuk secara kontinyu mau belajar.Sedangkan dalam domain kognitif, tugas guru adalah memperlengkapi kemampuan untuk belajar dalam memperoleh pengetahuan dan ketrampilan. Tugas ini dapat dikembangkan melalui pembinaan dalam mengenal dan menggunakan metode-metode ilmiah dan pembinaan untuk mengenal sumber-sumber belajar.

Peranan fundamental guru, utamanya dalam bidang kognitif yaitu meningkatkan kemampuan anak untuk menemukan pengetahuan baru menganalisa proses belajar anak. Untuk yang terakhir ini dikembangkan melalui pembelajaran dengan pendekatan ketrampilan proses. Dalam rangka memandu konsep belajar sepanjang hayat, guru hendaknya telah menjadi pelajar sepanjang hayat. Guru tidak pernah berhenti belajar. Sehingga tindakannya itu, menjadi contoh bagi anak-anak. Peranan tradisional yang mengatakan guru sebagai penyalur pengetahuan dan sumber dari segala ilmu pengetahuan harus berubah. Guru lebih berperan sebagai fasilitator dalam kegiatan belajar anak. Guru sebagai fasilitator belajar anak, akan berfungsi sebagai manajer dalam setting belajar anak. Sebagai advisor, penasehat anak dalam menghadapi kesulitan. Sebagai observer, pengamat kegiatan anak. Dan sebagai evaluator, yang bertugas untuk mendeteksi kemajuan belajar anak. Guru tidak berperan sebagai “pemberi fakta” yaitu orang yang hanya menyampaikan pengetahuan kepada anak, tetapi membantu anak untuk mendiagnosis kebutuhan belajar, mengkoordinasikan anak dalam setting belajar yang tepat. Guru-guru menjadi penasehat (advisor) bagi anak-anak. Guru sebagai penasehat berarti harus mampu mendiagnosis kesulitan belajar anak sehingga dapat memberikan layanan belajar dengan tepat. Sebagai implikasi dari proses belajar optimal, narasumber dalam belajar anak bukan semata-mata guru. Atau bahkan konsep tentang guru diperluas. Dalam pengertian ini, yang disebut guru adalah semua orang yang dapat dijadikan narasumber dalam kegiatan belajar anak. Tentu saja akan menjadi perdebatan sebab konsep guru yang sedemikian akan mengaburkan siapa guru yang sebenarnya. Apapun sebutannya, apakah narasumber atau juga guru, yang jelas dalam proses pembelajaran murid harus dapat memanfaatkan pengetahuan, pengalaman orang sumber di luar guru kelas atau guru bidang studi. Guru bukanlah satu-satunya sumber yang menguasai segalanya. Sehubungan dengan itu, dituntut kemampuan guru untuk mengkoordinasikan orang-orang sumber tersebut agar dapat membantu belajar anak. Orang-orang sumber yang dapat dikoordinasikan untuk membantu anak dalam belajar misalnya ahli pustakawan, perawat kesehatan, penjaga museum, dokter, ahli farmasi, petani, dll.

Konsekuensi dari peranan guru tersebut di atas, sudah tentu akan berdampak pada sistem penilaian. Dalam hal ini, penilaian tidak semata-mata diarahkan pada hasil belajar anak, akan tetapi lebih luas daripada itu. Penilaian kegiatan pembelajaran harus mencakup hasil dan proses belajar anak. Penilaian hasil maksudnya penilaian terhadap penguasaan pengetahuan anak. Sedang penilaian proses mengacu pada penilaian terhadap proses belajar anak. Misalnya penilaian tentang sikap belajar, penilaian terhadap ketrampilan proses (ketrampilan mengamati, menggolongkan, penelitian, dan ketrampilan komunikasi). Penilaian ketrampilan proses ini diuraikan dalam bab tersendiri.

Dalam proses pembelajaran optimal pada hakikatnya adalah penerapan proses pembelajaran yang dilandasi oleh prinsip CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif). Peningkatan kadar CBSA dalam kegiatan pembelajaran, menuntut penggunaan strategi dan metode pembelajaran secara beraneka ragam. Penerapan strategi yang memungkinkan adalah “self directed” dan “interlearning”. Selanjutnya, dalam peningkatan Cara Belajar Siswa Aktif, anak-anak hendaknya telah memiliki pengetahuan yang memadai, kenal akan berbagai ilmu pengetahuan dan ketrampilan. Anak-anak harus trampil menggunakan alat-alat belajar. Anak-anak mempunyai ketrampilan dasar pembelajaran, membaca, mengamati, mampu berkomunikasi dengan baik. Dalam rangka Cara Belajar Siswa Aktif, kegiatan pembelajaran harus membiasakan anak menggunakan berbagai sumber belajar, baik yang ada di dalam sekolah, maupun di luar sekolah. Yang dimaksud sumber belajar adalah segala sumber pesan, manusia, lingkungan dan teknik yang dapat digunakan oleh anak, baik sendiri maupun bersama-sama, untuk membantu belajarnya.

 

 

Ada dua macam sumber belajar yaitu :

  1. Sumber belajar yang memang dikembangkan dan disiapkan untuk membantu belajar,yang merupakan komponen sistem pembelajaran, biasa disebut “resources by design”.
  2. Sumber belajar yang tidak secara khusus untuk sumber pembelajaran, tapi dapat digunakan untuk belajar, yang biasa disebut “resources by utilization” (Suprihadi, 1993:9).

Penggunaan berbagai sumber belajar ini mengisyaratkan bahwa guru bukan satu-satunya sumber belajar. Dengan perancangan sumber belajar yang demikian itu, akan membantu siswa untuk terbiasa belajar sendiri tanpa harus di bawah pengaruh otoritas guru.

Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, dengan menggali berbagai sumber belajar di luar guru, di luar buku paket, bahkan di luar sekolah. Pendidikan yang berorientasi pada penguasaan Teknologi Era Globalisasi diwarnai oleh persaingan. Oleh karena itu dibutuhkan sumber daya manusia yang mempunyai keunggulan kompetitif. Wardiman (1993) menyebutkan untuk mengatasi persaingan, dunia industri harus, (1) menguasai teknologi produksi untuk mendapatkan kualitas produk yang tinggi, (2) menguasai teknologi produk agar bersaing, (3) menguasai teknologi manajemen untuk mendapatkan harga yang layak, (4) mempunyai tenaga kerja yang trampil dalam proses produksi atau teknologi produk (Wardiman, 1993).

Soemitro (1981) menyebutkan, mengingat konstelasi masyarakat kita dan melihat masalah perkembangan masa depan, ada tiga teknologi yang harus dikembangkan, (1) teknologi maju, (2) teknologi adaptif dan, (3) teknologi protektif. Teknologi maju masa depan adalah teknologi produksi ekstratif bidang metalurgi, teknologi mineral dan energy (Nuklir). Teknologi adaptif, teknologi yang bersumber dari penelitian negara maju yang diolah sesuai dengan kondisi masyarakat kita. Teknologi protektif, teknologi perlindungan alam dan lingkungan (Soemitro, 1981).

Selain peningkatan jumlah insinyur dan pakar bidang ilmu murni, Soedjatmoko (1993) menuliskan universitas perlu mengembangkan disiplin ilmiah yang melandasi teknologi, seperti Solid State Physics dan Matematika untuk mikro elektronika dan biologi mikro (Soedjatmoko, 1993). Lebih lanjut ia menyebutkan, teknologi yang paling besar dampaknya atas perkembangan masyarakat adalah bidang bioteknologi, mikro elektronika, informatika dan teknologi bahan (material technology) (Soedjatmoko, 1993).

Untuk mengimbangi kejutan masa depan, Toffler  menawarkan strategi penakatnya. Disebutkannya untuk mempertahankan keseimbangan selama terjadinya revolusi super industrial adalah dengan menandingi penemuan baru (Toffler, 1970). Persoalannya untuk negara-negara miskin, sarana dan prasarana riset dasar sangat tidak memadai, sehingga penemuan-penemuan baru sangat langka adanya. Herman Kahn menyebutkan, kegiatan R&D (Research and Development)  di negara miskin 2,5 persen, sementara di negara kaya mencapai 97,5 persen (Rais, 1993 dalam Tuhuleley, 1993).

Khususnya di Indonesia, menurut Anwar et al (1990), tantangan yang dihadapi untuk penerapan dan pengembangan IPTEK pada PJPT II adalah (1) jumlah terbesar penduduk usia sepuluh tahun ke atas dan angkatan kerja yang tidak tamat SD sebesar 44,9 persen dari jumlah angkatan kerja sebanyak 74,6 juta dan lulusan perguruan tinggi 1,61 persen, itupun lulusan eksakta +28,9 persen dan sisanya lulusan ilmu social, (2) bagian terbesar unit usaha berskala kecil dan nonformal, (3) peningkatan pengangguran terbuka angkatan kerja lulusan SLTP dan yang lebih tinggi, (4) pendidikan menengah dan tinggi relatif rendah, (5) kurangnya tenaga ristek, (6) rendahnya kesehatan relative terhadap negara ASEAN, (7) industri manufaktur mengarah industri berat, (8) urbanisasi meningkat, (9) pemasukan dana luar negara berkurang, teknologi meluas dan mendalam (Anwar et.al, 1990 dalam Iskandar, 1991).

Peranan guru dalam pendidikan masa depan harus memenuhi dan mampu melaksanakan beberapa aspek penting yaitu:

a. Dalam Proses Belajar Mengajar

Sebagaimana telah di ungkapkan diatas, bahwa peran seorang guru sangar signifikan dalam proses belajar mengajar. Peran guru dalam proses belajar mengajar meliputi banyak hal seperti sebagai pengajar, manajer kelas, supervisor, motivator, konsuler, eksplorator, dsb. Yang akan dikemukakan disini adalah peran yang dianggap paling dominan dan klasifikasi guru sebagai:

1)      Demonstrator

2)      Manajer/pengelola kelas

3)      Mediator/fasilitator

4)      Evaluator

b. Dalam Pengadministrasian

Dalam hubungannya dengan kegiatan pengadministrasian, seorang guru dapat berperan sebagai:

1)      Pengambil insiatif, pengarah dan penilai kegiatan

2)      Wakil masyarakat

3)      Ahli dalam bidang mata pelajaran

4)      Penegak disiplin

5)      Pelaksana administrasi pendidikan

c. Sebagai Pribadi

Sebagai dirinya sendiri guru harus berperan sebagai:

1)      Petugas sosial

2)      Pelajar dan ilmuwan

3)      Orang tua

4)      Teladan

5)      Pengaman

d. Secara Psikologis

Peran guru secara psikologis adalah:

1)      Ahli psikologi pendidikan

2)      Relationship

3)      Catalytic/pembaharu

4)      Ahli psikologi perkembangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Dalam pendidikan masa depan strategi  yang tepat adalah suatu target atau tata cara proses yang mengarah pada pembekalan peserta didik mulai tingkat dasar hingga atas dalam rangka memandirikan peserta didik untuk menghadapi masa depan yang kompleks. Dalam pembuatan kurikulum harus menganggap  belajar sebagai proses yang terus-menerus dan mengingat kebutuhan peserta didik akan semua aspek kehidupan.

Dalam proses belajar mengajar masa depan digunakan system belajar siswa aktif (CBSA). Dalam system ini peserta didik akan mendapat pengalaman dan pengetahuan yang lebih besar karena peserta didik di tuntut untuk mampu menyelesaikan seluruh permasalahan yang di berikan, sedangkan pendidik sebagai fasilitator yang mengarah-arahkan dan membimbing untuk kesempurnaan penyerapan materi dan praktek oleh peserta didik.

B. Saran

Mahasiswa diharapkan mampu memahami lebih dalam mengenai strategi pendidikan masa depan dan proses belajar mengajar dalam pendidikan nasional masa depan serta dapat menerapkan pemahamannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Cropley, A.J. 1990. Pendidikan Seumur Hidup. Surabaya: Usaha Nasional.

Mbulu, Joseph ,dkk. 2005. Pengantar Pendidikan. Malang: Laboratorium Teknologi Pendidikan       Universitas Negeri Malang.

Vaizey, John.1974. Pendidikan di Dunia Modern. Jakarta: PT Enka Parahiyangan.

Muhamad azhar, lalu.1993.proses belajar mengajar pola cbsa.surabaya:usaha nasional

Sardiman, A.M.1986.interaksi dan motivasi belajar mengajar.jakarta:grafindo persada

CBSA

1 Apr

MAKALAH

STRATEGI DAN PROSES BELAJAR MENGAJAR

PENDIDIKAN NASIONAL MASA DEPAN

makalah ini di buat untuk memenuhi

tugas pengantar pendidikan

 

 

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

                                                                       Dosen Pembimbing:

Drs.Usep Kustiawan,M.Sn

 

Kelompok  12

Anggota :

              1. Diyan Kurnia A      110321419518

                                                                 2. Zainul Mustofa       110321419526

 

 

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

DESEMBER 201

 

KATA PENGANTAR

              

 

               Puji syukur kepada ALLAH SWT atas rahmat, taufik dan nik’matnya kepada semua makhluqnya. Oleh karena itu, kami dapat menyelesaikan makalah ini meskipun kami menyadari masih ada kekurangan.

               Kedua kalinya terima kasih kepada orang tua kami yang telah memberi kami motivasi untuk menuntut ilmu sebanyak – banyaknya.sehingga, kami bersemangat untuk belajar dengan tekun.

               Ketiga kalinya kami ucapkan terima kasih kepada bapak usep kustiawan yang membimbing kami untuk menyelesaikan makalah ini.

               Kami sebagai penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih ada kekurangan baik dalam segi isi dan penyajian . untuk itu kami mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun. Semoga dengan terselesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan terutama bagi penulis.

 

 

 

                                                                                                                     penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah hak setiap warga negara di dunia. Pendidikan sangat diperlukan pada saat ini maupun masa depan. Seiring dengan perkembangan zaman, perkembangan pendidikan yang dilaksanakan juga semakin maju. Namun, perkembangan pendidikan yang semakin maju tidak disertai dengan meningkatnya kualitas pendidikan terutama di Indonesia. Ini dibuktikan antara lain dengan data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index), yaitu komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan, dan penghasilan per kepala yang menunjukkan, bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Di antara 174 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke-102 (1996), ke-99 (1997), ke-105 (1998), dan ke-109 (1999).

Menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. Data yang dilaporkan The World Economic Forum Swedia (2000), Indonesia memiliki daya saing yang rendah, yaitu hanya menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia. Dan masih menurut survai dari lembaga yang sama Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia.

Di indonesia kualitas pendidikan Indonesia yang rendah itu juga ditunjukkan data Balitbang (2003) bahwa dari 146.052 SD di Indonesia ternyata hanya delapan sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Primary Years Program (PYP). Dari 20.918 SMP di Indonesia ternyata juga hanya delapan sekolah yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Middle Years Program (MYP) dan dari 8.036 SMA ternyata hanya tujuh sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Diploma Program (DP).

Kondisi pendidikan sekarang ini di indonesia masih menggunakan strategi pada zaman kolonial yaitu dengan sistem verbal murid hanya mendengarkan dan menghafal . mereka tidak di ajak untuk berfikir mengenai masa depannya nanti.sistem ini belum dapat menghasilkan siswa dan tenaga terdidik yang memilki kualitas dan kuantitas yang memadai, untuk mengembangkan dan mengelola sumber daya alam di indonesia yang melimpah.padahal, masa depan adalah suatu masa yang sangat kompleks yang memperlibatkan kesemerawutan dalam semua bidang baik ekonomi , sosial maupun moral.

Kondisi hampir semua lembaga pendidikan di indonesia dalam semua bidang tidaklah baik bahkan kurang . hal ini dapat dibuktikan dengan pendidikan nilai, masih ada siswa yang melanggar nilai pergaulan seperti berpacaran dan pergaulan bebas yang berujung pada kehamilan.

Memang sudah banyak yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatan pendidikan , mulai dari pengembangan prasarana dan sarana hingga perbaikan kurikulum.antara lain dengan membuat sekolah percobaan project yang akan menjadi pengendali dalam pendidikan di bawahnya , yang terbebankan pada IKIP di indonesia . namun, percobaan ini belum berhasil karena pergantian periode kepemimpinan pendidikan selalu membawa perubahan sistem yang masih berjalan. Dimulai dengan sistem yang mengedepankan aspek nilai, humaniora, matematik,hingga teknologi.

Kurikulum yang sedang berjalan pada saat sekarang ini di indonesia, belum mampu menumbuhkan jiwa nasionalisme dan patriotisme, bahkan hanya dapat mendidik siswa untuk berkembang hanya pada masa itu saja, padahal kehidupan berlangsung lebih lama hingga mati.dan juga dalam pembelajaran tenaga pendidik besifat subjek pendidikan padahal seharusnya sebagai fasilitator , sedangkan siswa sebagai objek pendidikan padahal seharusnya sebagai subjek pendidikan.

 

  1. Rumusan Masalah

1. Bagaimana strategi pendidikan masa depan?

2. Bagaimana proses belajar-mengajar dalam pendidikan nasional masa depan?

 

  1. Tujuan Penulisan

Penulisan makalah ini bertujuan untuk :

  1. Mengetahui bagaimana strategi pendidikan masa depan
  2. Mengetahui bagaimana proses belajar-mengajar dalam pendidikan nasional masa depan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.Strategi Pendidikan Masa Depan

Pendidikan amat berperan terhadap keunggulan suatu bangsa. Misalnya, bangsa Sparta 1000 tahun sebelum Masehi. Pada masa itu, bangsa-bangsa yang mendiami Balkan hidup terpencar dalam kota-kota kecil yang terpisah oleh gunung dan pulau-pulau. Mereka senantiasa dilanda perang antara sesamanya. Oleh karena itu, bangsa Sparta di bawah pimpinan Lycurgus, seorang pendidik, membangun kekuatan dengan sistem pendidikan militer yang keras sejak anak berusia 10 tahun. Akhirnya, Sparta disegani bangsa-bangsa di sekitarnya. Tentu saja strategi dan program pendidikan itu didukung oleh sistem sosial secara konsisten. Kemudian, “Pendidikan Sparta” menjadi amsal bagi pendidikan dengan disiplin keras.

Lain lagi dengan Jepang. Ketika mereka sadar telah tertinggal jauh dari bangsa Eropa, seperti Sparta juga, Jepang mengubah strategi pendidikan dengan tujuan mengejar ketertinggalan itu. Mereka melaksanakan program pendidikan yang ketat dan konsisten, ditunjang oleh seluruh kekuatan sosial dan ekonomi. Berbeda dengan Sparta, Jepang bukan hanya membangun kekuatan militer, melainkan juga membangun kekuatan ekonomi dan industri. Apa saja yang ada di Eropa mereka tiru. Sejak dari sistem tata negara, militer, industri, pendidikan, bahkan cara berpakaian pun. Namun, ada satu hal yang mereka pertahankan, yaitu kesadaran bahwa mereka adalah bangsa Jepang yang memiliki tradisi samurai yang sakral, yang terpelihara lebih dari 1000 tahun. Seperti Sparta juga, dengan kekuatan militernya Jepang menjarahi bangsa-bangsa sekitarnya. Meski akhirnya kekuatan militernya terkalahkan, semangat yang tertanam oleh sistem pendidikan yang strategis itu, Jepang tetap tampil sebagai bangsa yang kuat di bidang ekonomi.

        Lain lagi dengan Negara Indonesia.  Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai suku, ras , agama, dan sejumlah watak yang telah berkembang turun temurun kepada masyarakat yang bermukim di suatu wilayah tertentu di indonesia. Hal ini membuktikan bahwa didalam jati diri semua rakyat indonesia terpendam sejumlah karakter , kemampuan yang sangat baik dan dibutuhkan sendiri oleh rakyat indonesia.

 Masyarakat masa depan indonesia sudah barang tentu memiliki kekomplekan kebutuhan.mulai dari kebutuhan nilai dalam masyarakat, sosial , ekonomi , dan teknologi. Maka, strategi yang cocok bagi peserta didik  untuk menghadapi dan bertahan serta menaklukan masa depan haruslah yang berorientasi pada terbentuknya individu yang mampu menghadapi permasalahan tersebut.

 

Toffler (1970) menyebutkan masyarakat masa depan adalah masyarakat superindustrial. Untuk menciptakan pendidikan superindustrial, perlu ditentukan alternative masa depan. Alternatif yang bermuatan asumsi tentang jenis pekerjaan, profesi yang diperlukan antara 20-50 tahun yang akan dating. Dengan asumsi tersebut dapat dirumuskan ketrampilan, kognitif, dan afektif yang dibutuhkan manusia masa depan untuk menghadapi akselerasi perubahan (Toffler,1970).

Menurut tilaar (1993) bahwa ada 10 kecenderungan pengembangan pendidikan masa depan indonesia yaitu:

  1. Pemerataan pendidikan

Disini pemerintah mendapat tugas berat untuk memeratakan pendidikan di seluruh wilayah negar kesatuan republik indonesia . seharusnya, sarana prasarana di wilayah yang terpencil mendapatkan hak yang sama dengan di wilayah kota sehingga, proses pembelajaran tidak terganggu oleh hal – hal yang bersifat geografis.

  1. Kurikulum yang relevan dengan pembangunan nasional

Disini LPMP mendapat tugas untuk memberi masukan dan penelitian keadaan pendidikan agar kebutuhan pendidikan di indonesia berjalan dengan baik .

  1. Proses belajar mandiri

Disini peserta didik tidak harus diajak belajar dengan sistem verbal, yaitu pendidik sebagai subjek dan peserta didik sebagai objek tetapi pendidik sebagai fasilitator sedangkan peserta didik sebagai subjek proses pembelajaran.

  1. Tenaga pendidik yang profesional

Haruslah pendidik memiliki kemampuan yang tinggi terhadap bidang yang mereka tekuni dan minimal mempunyai keahlihan khusus dalam bidang tertentu.

  1. Pendidikan dan pelatihan yang terpadu

Haruslah proses pembelajaran dan pelatihan memiliki keseimbangan dalam porsi pemberian waktu. Sehingga , hasil yang dicapai seoptimal mungkin.

  1. Pendidikan tinggi sebagai partner in progres

Diharapkan perguruan tinggi meneliti dan selalu mencari titik temu dan terobosan serta strategi yang efektif untuk perkembangan pendidikan di bawahnya yang meliputi SMA,SMP dan lembaga pendidikan dibawahnya.

  1. Pendidikan berkelanjutan

Dalam artian proses belajar selalu terus berjalan hingga manusia mati. Sehingga ilmu tidak akan pernah luntur atau bahkan hilang ketika dibutuhkan.

  1. Pembiayaan yang memadai

Haruslah pemerintah maupun peseta didik  memenuhi seluruh administrasi  agar proses pendidikan berjaln dengan lancar. Disini kesadaran akan pentingnya biaya dibutuhkan , yang kaya membayar lebih mahal dibandingkan yang kurang mampu lebih murah.

  1. Partisipasi masyarakat

Kepedulian masyarakat akan pentingnya pendidikan sangat diperlukan karena tanpa masyarakat yang berpartisipasi semua ini tidak ada artinya.

  1. Managemen pendidikan yang efektif

Pengaturan dan keteraturan dalam penyelenggaraan mutlak sangat diperlukan, karena tanpa itu akan terjadinya kesemerawutan pendidikan yang akan berdampak pada pembuangan waktu dan kegiatan tanpa hasil .

Naisbitt (1990) menekankan pentingnya pendidikan nilai bagi pendidikan masa depan. Hal ini dilatari oleh kecenderungan masa depan yang ditandai oleh berkembangnya bioteknologi. Kecenderungan di bidang bioteknologi ditandai keberhasilan ilmuwan dalam memecahkan masalah DNA (deoxyribonucleaid acid). Di bidang pertanian dikembangkan varietas unggul, demikian pula di bidang peternakan. Bagaimana kemungkinan menemukan varietas unggul untuk manusia?

Masa depan adalah masa yang komplek bahkan kaum futurology sudah tidak sanggup lagi untuk meramalkan hari depan (Soedjatmoko, dalam Oetomo, 1990). Kalau demikian halnya, pendidikan masa depan harus mampu mendidik individu yang mampu menghadapi kekomplekan masa depan. Tujuan pendidikan diarahkan untuk mewujudkan manusia yang dapat mengikuti keadaan masa depan. Tujuan pendidikan bukan diarahkan untuk melahirkan individu yang terpragmentasi dalam bidang-bidang spesialisasi. Melainkan dapat mewujudkan individu yang utuh, sebagaimana yang terumus dalam tujuan pendidikan, dalam Undang-Undang No.2  Tahun 1989 tersebut, dijelaskan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah (1) mencerdaskan kehidupan bangsa, dan (2) mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, sehat jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Akibat akselerasi perubahan, ilmu pengetahuan cepat menjadi using, dan ditunjang pula bertambahnya jangka hayat hidup manusia, menyebabkan banyak keterampilan yang telah dipelajari menjadi tidak lagi relevan. Oleh karena itu, pendidikan di masa superindustrial di masa  depan harus menerapkan strategi life long education yang dimulai dan diakhiri sesuai kebutuhan ( Tofler,1987). Tentu saja hal ini akan berimplikasi pada perubahan kurikulum dan komponen-komponen lain dalam system pendidikan.

Kurikulum dalam rangka pendidikan seumur hidup, perlu menawarkan pendidikan inti yang efektif yang diperlukan untuk belajar seumur hidup.  Menurut skager dan dave (1977) kriteria kurikulum dalam rangka mendukung pendidikan seumur hidup adalah :

  1. Kurikulum sekolah harus menganggap belajar sebagai proses yang terus – menerus,

Sekolah hanya memberikan dasar – dasar ilmu pengetahuan sedangkan pengembangan dan penggunaannya manusia sendiri yang mencarinya.

  1. Kurikulum sekolah harus harus di pandang dalam kontek belajar di rumah , masyarakat , dan tempat belajar,

Proses pembelajaran dan pengamalan serta pendalaman materi lebih lanjut tidak hanya dilakukan di sekolah saja tetapi juga di masyarakat dan tempat lain.

  1. Kurikulum sekolah mengakui interrelasi beberapa subjek studi,

Hubungan antara studi satu dengan yang lain pasti ada dan mereka tidak dapat dipisahkan jadi dalam pembelajaran semua itu perlu untuk di kaji semua tidak ada yang dikalahkan.

  1. Kurikulum sekolah harus mengakui sekolah sebagai salah satu agen dalam menyajikan pendidikan dasar

Sekolah mengakui bahwa sekolah hanya salah satu, bukan satu satunya lembaga pendidikan yang memberi ilmu.tetapi masih banyak tempat manusia untuk belajar selain di sekolah seperti di masyarakat, keluarga , lingkungan tempat tinggal dan lain – lain.

  1. Kurikulum sekolah perlu menekankan otodidak,

Seluruh studi hanya mengajarkan permasalahan yang tertera dalam kurikulum , dan tidak menyeleweng ke permasalahan lain.

  1. Kurikulum sekolah mengingat kebutuhan individu

Perangkat pengajaran harus bisa menghormati hak hak manusia.

 

B. Proses Belajar-Mengajar dalam Pendidikan Nasional Masa Depan

Proses belajar untuk menghadapi perubahan menurut Biggs(1973) adalah (1) proses untuk memiliki dan mengalokasikan informasi, (2) proses untuk memiliki keterampilan tingkat tinggi menggenalisisir, (3) proses memiliki strategi umum untuk memecahkan problema, (4) proses menetapkan tujuan belajarnya sendiri, (5) proses mengevaluasi hasil belajarnya sendiri, (6) motivasi yang tepat dan, (7) proses memiliki konsep dan yang tepat (Biggs,1977 dalam Cropley).

Dalam rangka pendidikan masa depan, anak perlu diarahkan untuk pencapaian optimalisasi proses belajar. Di tinjau dari sudut psikologi proses belajar optimal memerlukan perkembangan domain intelektual, kognitif, motivasi dan sosio afektif. Terjadinya keterkaitan di bidang intelektual dan kognitif, dimana pengetahuan dasar saat ini merupakan dasar (prerequisite) untuk mengembangkan kognitif tingkat yang lebih tinggi. Dalam kerangka itu, anak harus diperlengkapi dengan teknik-teknik untuk mendapatkan pengetahuan dan didasarkan akan sumber-sumber pengetahuan diluar guru dan sekolah. Dan yang lebih penting dari itu,mereka harus terampil untuk menggunakan pengetahuan untuk memecahkan masalah-masalah belajar.

Dalam rangka optimasi proses belajar, anak harus mempunyai motivasi belajar yang tinggi. Anak harus mampu mengembangkan kemampuannya untuk belajar dalam berbagai teknik dan setting belajar. Anak harus dapat menemukan sendiri pengetahuannya dan mengolah pengetahuannya itu, dan dengan terampil dapat memanfaatkannyauntuk memecahkan masalah. Anak dapat belajar dengan strategi dan setting, misalnya belajar perorangan, kelompok dan seterusnya. Anak telah mempunyai (1) ketrampilan belajar, seperti ketrampilan membaca, menulis, mengamati dan mendengarkan, komunikasi verbal da non verbal, (2) ketrampilan dasar intelektual seperti mengadakan dasar penalaran, berpikir kritis, dan menafsirkan data, (3) ketrampilan menggunakan bermacam-macam alat belajar seper[ti media cetak, media masa dan berbagai instruksional material, (4) kemampuan mengidentifikasi kebutuhan belajarnya. Pendek kata untuk menunjang proses pembelajaran optimal, anak dituntut mempunyai hal-hal sebagai berikut:

  1. Kemampuan mendapatkan dan menggunakan informasi.
  2. Ketrampilan intelektual dan kognitif yang tinggi.
  3. Kemampuan belajar melalui berbagai strategi dan setting belajar.
  4. Kemampuan menilai hasil belajar sendiri.
  5. Memiliki motivasi belajar yang tinggi.
  6. Adanya pemahaman diri sendiri.

Kegiatan belajar anak dalam rangkat tersebut di atas, harus diarahkan kepada peningkatan cara belajar siswa aktif. Melalui cara belajar aktif tersebut, anak dapat berkembang kemampuan dan keinginannya untuk belajar secara mandiri. Dengan CBSA anak mampu belajar dalam arti yang sebenarnya. Anak dapat memproses dan menggunakan pengetahuan sebagai dasar untuk  mengembangkan pengetahuan dalam berpikir kritis, kreatif dan penalaran yang tinggi.

Peningkatan kadar CBSA dalam kegiatan pembelajaran, berarti menuntut penggunaan strategi dan metode pembelajaran secara kaya dan beraneka ragam. Penerapan berbagai metode pembelajaran secara self directed learning (dapat mengarahkan dirinya sendiri untuk belajar) dan interlearning (belajar sesama teman).

Penerapan CBSA dalam proses pembelajaran bertumpu pada sejumlah rasional. Yang terpenting diantaranya ialah rasional yang berkaitan langsung dengan upaya perwujudan tujuan utuh pendidikan serta karakteristik manusia dan masyarakat masa depan Indonesia yang dikehendaki.

Dewasa ini, seperti diketahui, kita telah memasuki ambang “masyarakat belajar”, yaitu masyarakat yang menghendaki pendidikan seumur hidup. Dalam latar pendidikan seumur hidup, proses belajar mengajar di sekolah seyogyanya mengemban misi utama, yaitu membelajarkan peserta didik sehingga pada saatnya nanti peserta didik memiliki kemampuan untuk belajar mandiri sebagai basis dari pendidikan seumur hidup.

Sebagaimana telah diungkapkan bahwa meskipun telah lama dipahami bahwa belajar memerlukan keterlibatan secara aktif orang yang belajar, kenyataan masih menunjukkan kecenderungan yang berbeda. Dalam proses pembelajaran masih tampak adanya kecenderungan meminimalkan peran dan keterlibatan siswa. Dominasi guru dalam proses pembelajaran menyebabkan siswa lebih banyak berperan sebagai peserta pasif. Proses pembelajaran sebagaimana digambarkan, jelas tidak mungkin mampu mempersiapkan peserta didik untuk mampu bersaing dalam kehidupan dan menyesuaikan diri terhadap berbagai tantangan yang makin berat. Pembelajaran seyogyanya diorientasikan pada pembentukan kemampuan bersikap dan berfikir kritis dibangun di atas konsep-konsep dari sistem filosofis yang kuat, dilakukan melalui proses pengajaran yang memberikan berbagai peluang dan pengalaman yang bermakna.

Secara umum, esensi tujuan pendidikan, menurut T. Raka Joni (1980) adalah pembentukan manusia yang bukan hanya dapat menyesuaikan diri hidup di dalam masyarakatnya, melainkan lebih dari pada itu, mampu menyambung bagi penyempurnaan masyarakat itu sendiri. Ini berarti bahwa para lulusan suatu lembaga pendidikan bukan hanya menghayati dan menginternalisasi nilai-nilai yang hidup di dalam masyarakatnya, akan tetapi juga, apabila itu diperlukan, juga mampu mendeteksi kekurangan-kekurangannya sehingga memungkinkan penyempurnaannya.

Pendekatan CBSA dapat diterapkan dalam pembelajaran dalam bentuk-bentuk : 1) Pemanfaatan waktu luang, 2) pembelajaran individual, 3) belajar kelompok, 4) bertanya jawab, 5) belajar mandiri.

Beberapa diantaranya akan diuraikan di bawah ini :

1) Pemanfaatan waktu luang.  Pemanfaatan waktu luang di rumah oleh siswa memungkinkan dilakukannya kegiatan belajar aktif, dengan cara menyusun rencana belajar, memilih bahan untuk dipelajari, dan menilai penguasaan bahan bahan sendiri. Jika pemanfaatan waktu tersebut dilakukan secara seksama dan berkesinambungan akan memberikan manfaat yang baik dalam menunjang keberhasilan belajar di sekolah.

2)Pembelajaran individual. Pembelajaran individual adalah pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik perbedaan individu tiap siswa, seperti : minat abilitet, bakat, kecerdasan, dan sebagainya. Guru dapat mempersiapkan/ merencanakan tugas-tugas belajar bagi para siswa, sedang pilihan dilakukan oleh siswa masing-masing, dan selanjutnya tiap siswa aktif belajar secara perseorangan. Teknik lain, kegiatan belajar dilakukan dalam bentuk kelompok, yang terdiri dari siswa yang memiliki kemampuan, minat bakat yang sama.

3) Belajar kelompok. Belajar kelompok memiliki kadar CBSA yang cukup tinggi. Teknik pelaksanaannya dapat dalam bentuk kerja kelompok, diskuis kelompok, diskusi kelas, diskusi terbimbing, dan diskusi ceramah. Dalam situasi belajar kelompok, masing-masing anggota dapat mengajukan gagasan, pendapat, pertanyaan, jawaban, kritik dan sebagainya. Siswa aktif berpartisipasi, berelasi dan berinteraksi satu dengan yang lainnya.

4)Bertanya jawab. Kegiatan tanya jawab antara guru dan siswa, antara siswa dengan siswa, dan antar kelompok siswa dengan kelompok lainnya memberikan peluang cukup banyak bagi setiap siswa belajar aktif. Kadar CBSA-nya akan lebih besar jika pertanyaan-pertanyaan tersebut timbul dan diajukan oleh pihak siswa dan dijawab oleh siswa lainnya. Guru bertindak sebagai pengatur lalu lintas atau distributor, dan dianggap perlu guru melakukan koreksi dan perbaikan terhadap pertanyaan dan jawaban-jawaban tersebut.

5) Belajar Inquiry/ Discovery (Belajar Mandiri). Dalam strategi belajar ini, siswa melakukan proses mental intelektual dalam upaya memecahkan masalah. Dia sendiri yang merumuskan suatu masalah, mengumpulkan data, menguji hipotesis, dan menarik kesimpulan serta mengaplikasikan hasil belajarnya. Dalam konteks ini, keaktifan siswa belajar memang lebih menonjol, sedangkan kegiatan guru hanya mengarahkan, membimbing, memberikan fasilitas yang memungkinkan siswa melakukan kegiatan inkuirinya.

Pengambilan bagian secara aktif dalam kegiatan belajar oleh anak dapat meningkatkan keterlibatan mental, emosional anak disamping keterlibatan fisik. Keterlibatan mental intelektual dan emosional sekaligus berarti pembangkitan motivasi. Menghadapi tuntutan pendidikan masa depan, peranan guru dalam proses pembelajaran optimal perlu disesuaikan dengan tuntutan perlunya proses belajar optimal.

Peranan guru dalam proses belajar optimal memiliki berbagai bentuk sesuai dengan pengaruhnya terhadap sikap, struktur motivasi dan ketrampilan kognitif anak. Di dalam domain sikap, tugas guru membantu anak untuk mengambil sikap yang kreatif dalam proses pembelajaran. Membantu anak untuk berpikir kritris dalam menghadapi masalah-masalah agar dapat mengatasi secara efektif dan efisien. Membantu anak untuk memperoleh pengalaman. Di dalam motivasi, tugas guru adalah membangkitkan anak dalam proses belajar dan membangkitkan keinginan anak untuk secara kontinyu mau belajar.Sedangkan dalam domain kognitif, tugas guru adalah memperlengkapi kemampuan untuk belajar dalam memperoleh pengetahuan dan ketrampilan. Tugas ini dapat dikembangkan melalui pembinaan dalam mengenal dan menggunakan metode-metode ilmiah dan pembinaan untuk mengenal sumber-sumber belajar.

Peranan fundamental guru, utamanya dalam bidang kognitif yaitu meningkatkan kemampuan anak untuk menemukan pengetahuan baru menganalisa proses belajar anak. Untuk yang terakhir ini dikembangkan melalui pembelajaran dengan pendekatan ketrampilan proses. Dalam rangka memandu konsep belajar sepanjang hayat, guru hendaknya telah menjadi pelajar sepanjang hayat. Guru tidak pernah berhenti belajar. Sehingga tindakannya itu, menjadi contoh bagi anak-anak. Peranan tradisional yang mengatakan guru sebagai penyalur pengetahuan dan sumber dari segala ilmu pengetahuan harus berubah. Guru lebih berperan sebagai fasilitator dalam kegiatan belajar anak. Guru sebagai fasilitator belajar anak, akan berfungsi sebagai manajer dalam setting belajar anak. Sebagai advisor, penasehat anak dalam menghadapi kesulitan. Sebagai observer, pengamat kegiatan anak. Dan sebagai evaluator, yang bertugas untuk mendeteksi kemajuan belajar anak. Guru tidak berperan sebagai “pemberi fakta” yaitu orang yang hanya menyampaikan pengetahuan kepada anak, tetapi membantu anak untuk mendiagnosis kebutuhan belajar, mengkoordinasikan anak dalam setting belajar yang tepat. Guru-guru menjadi penasehat (advisor) bagi anak-anak. Guru sebagai penasehat berarti harus mampu mendiagnosis kesulitan belajar anak sehingga dapat memberikan layanan belajar dengan tepat. Sebagai implikasi dari proses belajar optimal, narasumber dalam belajar anak bukan semata-mata guru. Atau bahkan konsep tentang guru diperluas. Dalam pengertian ini, yang disebut guru adalah semua orang yang dapat dijadikan narasumber dalam kegiatan belajar anak. Tentu saja akan menjadi perdebatan sebab konsep guru yang sedemikian akan mengaburkan siapa guru yang sebenarnya. Apapun sebutannya, apakah narasumber atau juga guru, yang jelas dalam proses pembelajaran murid harus dapat memanfaatkan pengetahuan, pengalaman orang sumber di luar guru kelas atau guru bidang studi. Guru bukanlah satu-satunya sumber yang menguasai segalanya. Sehubungan dengan itu, dituntut kemampuan guru untuk mengkoordinasikan orang-orang sumber tersebut agar dapat membantu belajar anak. Orang-orang sumber yang dapat dikoordinasikan untuk membantu anak dalam belajar misalnya ahli pustakawan, perawat kesehatan, penjaga museum, dokter, ahli farmasi, petani, dll.

Konsekuensi dari peranan guru tersebut di atas, sudah tentu akan berdampak pada sistem penilaian. Dalam hal ini, penilaian tidak semata-mata diarahkan pada hasil belajar anak, akan tetapi lebih luas daripada itu. Penilaian kegiatan pembelajaran harus mencakup hasil dan proses belajar anak. Penilaian hasil maksudnya penilaian terhadap penguasaan pengetahuan anak. Sedang penilaian proses mengacu pada penilaian terhadap proses belajar anak. Misalnya penilaian tentang sikap belajar, penilaian terhadap ketrampilan proses (ketrampilan mengamati, menggolongkan, penelitian, dan ketrampilan komunikasi). Penilaian ketrampilan proses ini diuraikan dalam bab tersendiri.

Dalam proses pembelajaran optimal pada hakikatnya adalah penerapan proses pembelajaran yang dilandasi oleh prinsip CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif). Peningkatan kadar CBSA dalam kegiatan pembelajaran, menuntut penggunaan strategi dan metode pembelajaran secara beraneka ragam. Penerapan strategi yang memungkinkan adalah “self directed” dan “interlearning”. Selanjutnya, dalam peningkatan Cara Belajar Siswa Aktif, anak-anak hendaknya telah memiliki pengetahuan yang memadai, kenal akan berbagai ilmu pengetahuan dan ketrampilan. Anak-anak harus trampil menggunakan alat-alat belajar. Anak-anak mempunyai ketrampilan dasar pembelajaran, membaca, mengamati, mampu berkomunikasi dengan baik. Dalam rangka Cara Belajar Siswa Aktif, kegiatan pembelajaran harus membiasakan anak menggunakan berbagai sumber belajar, baik yang ada di dalam sekolah, maupun di luar sekolah. Yang dimaksud sumber belajar adalah segala sumber pesan, manusia, lingkungan dan teknik yang dapat digunakan oleh anak, baik sendiri maupun bersama-sama, untuk membantu belajarnya.

 

 

Ada dua macam sumber belajar yaitu :

  1. Sumber belajar yang memang dikembangkan dan disiapkan untuk membantu belajar,yang merupakan komponen sistem pembelajaran, biasa disebut “resources by design”.
  2. Sumber belajar yang tidak secara khusus untuk sumber pembelajaran, tapi dapat digunakan untuk belajar, yang biasa disebut “resources by utilization” (Suprihadi, 1993:9).

Penggunaan berbagai sumber belajar ini mengisyaratkan bahwa guru bukan satu-satunya sumber belajar. Dengan perancangan sumber belajar yang demikian itu, akan membantu siswa untuk terbiasa belajar sendiri tanpa harus di bawah pengaruh otoritas guru.

Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, dengan menggali berbagai sumber belajar di luar guru, di luar buku paket, bahkan di luar sekolah. Pendidikan yang berorientasi pada penguasaan Teknologi Era Globalisasi diwarnai oleh persaingan. Oleh karena itu dibutuhkan sumber daya manusia yang mempunyai keunggulan kompetitif. Wardiman (1993) menyebutkan untuk mengatasi persaingan, dunia industri harus, (1) menguasai teknologi produksi untuk mendapatkan kualitas produk yang tinggi, (2) menguasai teknologi produk agar bersaing, (3) menguasai teknologi manajemen untuk mendapatkan harga yang layak, (4) mempunyai tenaga kerja yang trampil dalam proses produksi atau teknologi produk (Wardiman, 1993).

Soemitro (1981) menyebutkan, mengingat konstelasi masyarakat kita dan melihat masalah perkembangan masa depan, ada tiga teknologi yang harus dikembangkan, (1) teknologi maju, (2) teknologi adaptif dan, (3) teknologi protektif. Teknologi maju masa depan adalah teknologi produksi ekstratif bidang metalurgi, teknologi mineral dan energy (Nuklir). Teknologi adaptif, teknologi yang bersumber dari penelitian negara maju yang diolah sesuai dengan kondisi masyarakat kita. Teknologi protektif, teknologi perlindungan alam dan lingkungan (Soemitro, 1981).

Selain peningkatan jumlah insinyur dan pakar bidang ilmu murni, Soedjatmoko (1993) menuliskan universitas perlu mengembangkan disiplin ilmiah yang melandasi teknologi, seperti Solid State Physics dan Matematika untuk mikro elektronika dan biologi mikro (Soedjatmoko, 1993). Lebih lanjut ia menyebutkan, teknologi yang paling besar dampaknya atas perkembangan masyarakat adalah bidang bioteknologi, mikro elektronika, informatika dan teknologi bahan (material technology) (Soedjatmoko, 1993).

Untuk mengimbangi kejutan masa depan, Toffler  menawarkan strategi penakatnya. Disebutkannya untuk mempertahankan keseimbangan selama terjadinya revolusi super industrial adalah dengan menandingi penemuan baru (Toffler, 1970). Persoalannya untuk negara-negara miskin, sarana dan prasarana riset dasar sangat tidak memadai, sehingga penemuan-penemuan baru sangat langka adanya. Herman Kahn menyebutkan, kegiatan R&D (Research and Development)  di negara miskin 2,5 persen, sementara di negara kaya mencapai 97,5 persen (Rais, 1993 dalam Tuhuleley, 1993).

Khususnya di Indonesia, menurut Anwar et al (1990), tantangan yang dihadapi untuk penerapan dan pengembangan IPTEK pada PJPT II adalah (1) jumlah terbesar penduduk usia sepuluh tahun ke atas dan angkatan kerja yang tidak tamat SD sebesar 44,9 persen dari jumlah angkatan kerja sebanyak 74,6 juta dan lulusan perguruan tinggi 1,61 persen, itupun lulusan eksakta +28,9 persen dan sisanya lulusan ilmu social, (2) bagian terbesar unit usaha berskala kecil dan nonformal, (3) peningkatan pengangguran terbuka angkatan kerja lulusan SLTP dan yang lebih tinggi, (4) pendidikan menengah dan tinggi relatif rendah, (5) kurangnya tenaga ristek, (6) rendahnya kesehatan relative terhadap negara ASEAN, (7) industri manufaktur mengarah industri berat, (8) urbanisasi meningkat, (9) pemasukan dana luar negara berkurang, teknologi meluas dan mendalam (Anwar et.al, 1990 dalam Iskandar, 1991).

Peranan guru dalam pendidikan masa depan harus memenuhi dan mampu melaksanakan beberapa aspek penting yaitu:

a. Dalam Proses Belajar Mengajar

Sebagaimana telah di ungkapkan diatas, bahwa peran seorang guru sangar signifikan dalam proses belajar mengajar. Peran guru dalam proses belajar mengajar meliputi banyak hal seperti sebagai pengajar, manajer kelas, supervisor, motivator, konsuler, eksplorator, dsb. Yang akan dikemukakan disini adalah peran yang dianggap paling dominan dan klasifikasi guru sebagai:

1)      Demonstrator

2)      Manajer/pengelola kelas

3)      Mediator/fasilitator

4)      Evaluator

b. Dalam Pengadministrasian

Dalam hubungannya dengan kegiatan pengadministrasian, seorang guru dapat berperan sebagai:

1)      Pengambil insiatif, pengarah dan penilai kegiatan

2)      Wakil masyarakat

3)      Ahli dalam bidang mata pelajaran

4)      Penegak disiplin

5)      Pelaksana administrasi pendidikan

c. Sebagai Pribadi

Sebagai dirinya sendiri guru harus berperan sebagai:

1)      Petugas sosial

2)      Pelajar dan ilmuwan

3)      Orang tua

4)      Teladan

5)      Pengaman

d. Secara Psikologis

Peran guru secara psikologis adalah:

1)      Ahli psikologi pendidikan

2)      Relationship

3)      Catalytic/pembaharu

4)      Ahli psikologi perkembangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Dalam pendidikan masa depan strategi  yang tepat adalah suatu target atau tata cara proses yang mengarah pada pembekalan peserta didik mulai tingkat dasar hingga atas dalam rangka memandirikan peserta didik untuk menghadapi masa depan yang kompleks. Dalam pembuatan kurikulum harus menganggap  belajar sebagai proses yang terus-menerus dan mengingat kebutuhan peserta didik akan semua aspek kehidupan.

Dalam proses belajar mengajar masa depan digunakan system belajar siswa aktif (CBSA). Dalam system ini peserta didik akan mendapat pengalaman dan pengetahuan yang lebih besar karena peserta didik di tuntut untuk mampu menyelesaikan seluruh permasalahan yang di berikan, sedangkan pendidik sebagai fasilitator yang mengarah-arahkan dan membimbing untuk kesempurnaan penyerapan materi dan praktek oleh peserta didik.

B. Saran

Mahasiswa diharapkan mampu memahami lebih dalam mengenai strategi pendidikan masa depan dan proses belajar mengajar dalam pendidikan nasional masa depan serta dapat menerapkan pemahamannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Cropley, A.J. 1990. Pendidikan Seumur Hidup. Surabaya: Usaha Nasional.

Mbulu, Joseph ,dkk. 2005. Pengantar Pendidikan. Malang: Laboratorium Teknologi Pendidikan       Universitas Negeri Malang.

Vaizey, John.1974. Pendidikan di Dunia Modern. Jakarta: PT Enka Parahiyangan.

Muhamad azhar, lalu.1993.proses belajar mengajar pola cbsa.surabaya:usaha nasional

Sardiman, A.M.1986.interaksi dan motivasi belajar mengajar.jakarta:grafindo persada